Connect with us

Headline

17 Kantor Lurah Bermasalah, Ada yang Numpang di Kontainer

-

MAKASSAR, BKM — Sejumlah kantor lurah di Makassar kondisinya cukup memprihatinkan. Beberapa permasalahan ditemukan.
Ada yang terpaksa harus ‘ngontrak’ karena tidak memiliki kantor permanen. Ada pula bersoal dengan lahannya karena digugat maupun kalah di pengadilan. Juga ada yang rusak berat. Yang paling parah, ternyata ada kelurahan yang terpaksa berkantor di kontainer Makassar Recover.
Data yang tercatat di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar, saat ini ada 17 kantor lurah yang bermasalah. Kepala Bappeda Makassar Helmy Budiman menerangkan, pihaknya sudah mengundang pihak kelurahan yang kantornya bermasalah untuk pendataan. Termasuk menggelar rapat dengan pihak kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna membicarakan persoalan ini.

“Jadi kita sudah mendata, ada 17 kantor lurah yang bermasalah. Ada yang rusak berat, ada yang menyewa kantor, ada juga yang bersoal di pengadilan. Malah ada yang menggunakan kontainer Makassar Recover sebagai kantor lurah sementara,” ungkap Helmy saat dihubungi, Kamis (4/8).
Dia kemudian menyebut contoh, kantor lurah yang berada di wilayah Tidung, Kecamatan Rapoccini yang kondisinya rusak parah dan sangat memprihatinkan. Akibatnya, pelayanan dialihkan ke kontainer Makassar Recover.

“Terpaksa mereka berkantor di kontainer karena kondisi kantornya rusak parah. Sejauh ini tidak ada masalah, namun tetap harus diupayakan agar kantor lurah itu bisa diperbaiki supaya lebih representatif digunakan untuk melayani warga,” kata Helmy.
Dia menjelaskan, Pemkot Makassar akan mengalokasikan anggaran cukup besar untuk perbaikan dan pengadaan kantor lurah representatif melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pokok tahun 2023 mendatang.
Rencananya, Pemkot Makassar akan menyiapkan anggaran untuk 13 kantor lurah tahun depan. Termasuk pengadaan baru. Salah satunya kantor Lurah Maricayya di Kecamatan Makassar.

Halaman
1 2 3

Share

Komentar Anda


Populer Minggu ini