MAKASSAR, BKM — Ribuan pencari kerja rela berdesak-desakan saat berburu lowongan kerja yang ditawarkan perusahaan pada job fair di Mal Phinisi Point (Pipo), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (10/8). Selama dua hari, job fair digelar Dinas Tenaga Kerja Makassar bekerja sama 50 perusahaan yang menawarkan pekerjaan selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah pencari kerja mengeluhkan kurang terkoordinasinya kegiatan ini sehingga banyak yang kesulitan mendapat akses ke perusahaan yang sudah diincar. Kepadatan sudah terlihat di area parkir Mal Pipo. Kendaraan, baik roda dua maupun empat berjubel dan memadati tempat yang disiapkan untuk parkir kendaraan. Bahkan banyak yang memarkir kendaraannya di area badan jalan di Metro Tanjung Bunga.
Untuk masuk ke lokasi job fair, para pejuang pekerjaan juga harus bersusah payah menembus pintu. Aksi desak-desakan dan saling dorong terjadi. Lolos melewati pintu masuk, mereka kembali harus antre untuk naik ke lantai dua menggunakan eskalator. Petugas keamanan tampak kewalahan untuk mengatur para pencari kerja.
Kendati Makassar masih berstatus pandemi covid-19 dengan status PPKM level 1, seharusnya protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Namun dengan kondisi peserta job fair yang berdesak-desakan, bahkan banyak yang tidak mengenakan masker, protokol kesehatan sudah diabaikan.
Salah seorang peserta job fair, Anisa Tri Harini (25) mengaku cukup kewalahan mengikuti job fair ini. “Kita terpaksa harus berdesak-desakan. Belum lagi harus antre cukup lama supaya kita bisa berada di lokasi tempat perusahaan yang kita incar,” ujar warga dari Kabupaten Maros itu.
Dia mengaku mendapat informasi terkait job fair ini dari media sosial dan pemberitaan di media massa. Sejak pandemi covid-19 terjadi, kata wanita yang akrab disapa Anisa ini, di-PHK dari tempatnya bekerja.
“Setelah itu nganggur. Di rumah saja sambil cari-cari lowongan. Dan Alhamdulillah, Pemkot Makassar menfasilitasi job fair ini. Mudah-mudahan ada rezeki untuk bekerja kembali,” jelasnya.
Kegiatan job fair tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar M Ansar, kemarin. Kegiatan ini rencananya berlangsung selama dua hari, 10-11 Agustus 2022. Ada 1704 lapangan pekerjaan yang disiapkan dalam job fair tersebut.
M Ansar mengatakan kegiatan ini diharap mampu menyerap pencari kerja yang menjadi korban PHK akibat pandemi covid-19. Harapan itu ia sampaikan, mengingat dunia usaha selama kurun waktu dua tahun terakhir mengalami perlambatan akibat pandemi covid-19.
Tidak sedikit perusahaan yang mengalami pailit atau jatuh bangkrut sehingga banyak pekerja yang di-PHK. “Karena itu kita berharap kehadiran saudara kita di sini bisa membuahkan hasil,” harap Ansar.
Kata Ansar, Pemkot Makassar terus berupaya menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai 13,18 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) Sulawesi Selatan. “Kita dari pemerintah kota hanya sebagai fasilitator. Tapi kita harapkan melalui kegiatan ini mereka bisa mendapat peluang kerja,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Makassar Neilma Palamba menyampaikan kegiatan ini merupakan kali pertama dilakukan secara offline sejak pandemi covid-19. Khusus untuk kali ini, Disnaker Makassar membuka 1.704 kesempatan kerja dengan melibatkan 50 perusahaan dari berbagai sektor.
“Semoga ada yang berjodoh dari 1.704 kesempatan kerja yang dibuka. Jadi kita fasilitasi, daripada pencari kerja pusing keliling cari 50 perusahaan ini makanya kita kumpulkan di satu tempat,” ungkap Neilma.
Tidak hanya terbuka untuk umum, job fair tahun ini pemerintah kota menghadirkan perusahaan yang membuka lowongan untuk penyandang disabilitas. “Ada beberapa perusahaan yang menerima teman disabilitas. Jadi ada beberapa peluang kerja bagi teman-teman kita yang difabel,” tuturnya.
Sebanyak 6.500 orang dikonfirmasi telah mendaftarkan diri secara online lewat link pendaftaran yang disediakan Disnaker Makassar. Angka itu belum termasuk yang datang secara langsung. (rhm)

