GOWA, BKM — Pascakenaikan BBM, tak dipungkiri harga kebutuhan bahan pokok pun melonjak. Lonjakan harga ini pun bisa saja terjadi akibat lainnya. Seperti terbatasnya pasokan stok pangan yang kesemuanya merupaka dampak kenaikan inflasi.
Karenanya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, akan melakukan dua cara agar stok pangan di Gowa tetap terpenuhi dan harga tetap stabil. Dua cara yang akan digunakan Adnan adalah memerintahkan SKPD terkait untuk memantau harga di berbagai pasar. Cara kedua adalah melakukan kerjasama dengan pemerintah daerah lainnya untuk mengambil pasokan komoditas yang memiliki stok berlebihan.
Kepada sejumlah media usai melantik ratusan pejabat lingkup Pemkab Gowa, Rabu (5/10), Adnan mengatakan, dengan mengetahui harga dan ketersediaan di lapangan, pihaknya bisa melakukan langkah dan bentuk-bentuk antisipasi lainnya.
”Kondisi inflasi saat ini di Indonesia sudah di angka 5 persen. Salah satu yang mengambil peran adalah ketersediaan bahan pokok pada beberapa komoditas. Sehingga peran TPID dan kecamatan terkait sangat dibutuhkan dengan memastikan pasokan dan distribusi bahan pokok tepat sasaran, serta melakukan operasi pasar untuk mengontrol pasokan dari produksi petani,” kata Adnan
Adnan mengatakan, Menteri Keuangan telah mengeluarkan aturan agar mengambil dua persen dari DAU dan DBH untuk melakukan pengendalian inflasi. Sehingga dua langkah ini pun menjadi pilihan, yakni memperbaiki produksi sambil mengecek komoditas lain dan melakukan intervensi pada distribusi dan pasokan dengan bekerjasama daerah lain yang memiliki stok berlebihan.
”Segera Dinas Perdastri, Dinas Ketapang dan Dinas Pertanian kerjasama dengan daerah yang memiliki stok berlebihan, dengan cara membeli dan menyewa mobil untuk pendistribusian ke Gowa dan bagikan ke pasar-pasar yang stoknya kurang atau tidak ada,” papar Adnan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa Andi Sura Suaib mengatakan, pihaknya segera melakukan peninjauan di enam pasar, yakni Pasar Bu’rung-bu’rung di Pattallassang, Pasar Minasa Maupa di Somba Opu, Pasar Limbung di Bajeng, Pasar Malino di Tinggimoncong, Pasar Sapaya di Bungaya, dan Pasar Malakaji di Tompobulu.
”Jadi hasil survei pendataan sembilan bahan pokok di enam pasar memang ada kenaikan namun masih dalam tahap toleransi itupun pada barang tertentu, sementara untuk ketersediaan bahan juga masih aman hingga tiga bulan kedepan,” kata Andi Sura.
Andi Sura pun tak menampik, harga bahan pokok khususnya bawang hingga beberapa waktu kedepan memang tidak dapat diprediksi, sehingga sebagai cara untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya akan melakukan peningkatan produksi dengan cara membuka lahan baru. (sar)

