Connect with us

Gojentakmapan

Pemkab Maros Gandeng Kementerian Kesehatan Gelar Gerakan KLU

-

MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bekerja sama Kementerian Kesehatan RI menggelar gerakan Kesehatan Lanjut Usia (KLU). Kegiatan ini digelar di Lapangan Pallantikang kantor bupati Maros, Rabu (16/11).

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendorong keterlaksanaan 100 persen program kesehatan lansia di seluruh Indonesia. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI memilih 10 provinsi yang akan dibantu dalam percepatan keterlaksanaan program kesehatan lansianya. Salah satunya adalah di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Maros.
Senior Health Administrator Expert Direktorat Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kementerian Kesehatan RI, Dyah Erti Mustikawati, mengungkapkan, persentase penduduk lansia terus mengalami peningkatan. Butuh program pembangunan kelanjutusiaan yang mempu mengayomi kehidupan lansia di Indonesia.
”Seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk lansia, kita punya target pelaksanaan screening kesehatan agar mencapai angka 100 persen. Beruntung lah Maros, lansianya memiliki kesempatan yang tidak didapatkan daerah lain,” ungkapnya.
Beberapa kegiatan yang berlangsung, seperti vaksinasi Covid, screening, edukasi menjaga kesehatan bagi lansia, serta senam bersama. Dyah berharap, dalam pelaksanaan screening ini, para lansia memiliki kondisi badan yang sehat.

”Tetapi jika ada yang kurang sehat, tidak boleh berakhir sampai disini. Seperti gula darah naik, harus ada tindak lanjut,” tuturnya.
Ia berpesan agar para lansia tidak mengalami khawatir yang berlebih. Menurutnya, Hipertensi, Diabetes merupakan hal yang fisiologis, akan terjadi pada setiap orang diusia lansia. ”Sisa bagaimana kita mengendalikan agar kelainan-kelainan tersebut bisa terkontrol. Ini bentuk ikhtiar kita agar tetap sehat, aktif, dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengungkapkan rasa terimakasih kepada para tenaga kesehatan yang dengan sabar telah memberi pelayanan kesehatan bagi para bapak/ibu, orang tua yang telah berusia lansia. Ia berpesan bagi para tenaga kesehatan untuk terus mengutamakan pelayanan kesehatan untuk para lansia.
”’Dalam memberikan pelayanan kesehatan semoga orang tua kita ini tidak diabaikan. Mereka bahkan yang harus diutamakan. Bapak/Ibu (lansia) juga agar dapat menjaga kesehatan, tetap harus semangat. Jika beraktivitas juga sudah harus dibatasi, sudah tidak boleh melakukan yang terlalu berat,” ungkap Chaidir.
Diakhir sambutannya, Chaidir juga menyebutkan, 2023 setiap posyandu akan dioptimalkan menjadi posyandu prima. ”Ini akan membantu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jangkauannya juga semakin luas, tidak hanya ibu dan anak, tetapi mulai dari usia bayi hingga lansia,”pungkasnya. (ari/c)

Laman: 1 2

Share

Komentar Anda

Populer Minggu ini