JENEPONTO, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto) menggelar acara doa dan zikir bersama menyambut tahun baru 2023, di Masjid Agung Jeneponto, Sabtu malam (31/12).
Kegiatan ini mengangkat tema ‘Kembali ke Masjid Membangun Peradaban’.
Ketua Pengurus Masjid Agung Jeneponto, H Syafruddin Nurdin, mengatakan, kegiatan munajat merupakan kesepakatan bersama dari seluruh pengurus yayasan, harian dan ormas/OKP Islam melaksankan kegiatan ini sebagai komitmen mewujudkan keberkahan peradaban.
Kegiatan diisi dengan beberapa rangkaian kegiatan, di antaranya khatam Al Qur’an dan zikir bersama, launching munajat keberkahan peradaban sekakigus untuk menjadikan masjid pusat kajian, dakwah dan pendidikan, serta politik, ekonomi. Dengan harapan, memberikan kontribusi dalam mewujudkan salah satu visi misi bupati dan wakil bupati Jeneponto.
Bupati Jeneponto, H Iksan Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan munajat keberkahan peradaban untuk meningkatkan kualitas kehidupan spritual.
”
Momentum ini kita jadikan sebagai wadah introspeksi diri untuk menjadikan diri sebagai individu yang senantiasa berusaha berbuat, bekerja yang terbaik dan memberi manfaat bagi umat dan sesama. Tahun 2023 merupakan tahun terakhir bagi kepemimpinan kami di periode ini. Pencapaian selama 4 tahun terakhir merupakan kerja-kerja kita bersama,” kata Iksan Iskandar.
Bupati Iksan mengatakan, daya saing daerah semakin meningkat, seiring semakin majunya pula berbagai aspek pembangunan. Pengembangan sektor riligi juga semakin membaik dengan menghadirkan program strategis, program 1.000 Hafidz.
”Ini semua adalah upaya perwujudan visi Jeneponto SMART. Kita berharap, seluruh akselerasi ini terus berkelanjutan. Perspektif pembangunan harus dilandasi nilai-nilai agama untuk memerangi berbagai hal yang menjadi sasaran pembangunan. Yakni memerangi kebodohan dan ketertinggalan, memerangi penyakit, dan memerangi kebathilan. Nilai-nilai agama kita jadikan sebagai spirit utama dalam memerangi kebodohan, melalui kesadaran akan pentingnya pendidikan pada setiap tingkatan sosial masyarakat.
Nilai agama dijadikan pula sebagai spirit dalam meningkatkan etos kerja agar mampu keluar dari belenggu ketertinggalan, khususnya ketertinggalan ekonomi. Ajaran agama kita amalkan pula untuk senantiasa hidup sehat dan bersih, dengan memelihara keindahan dan kebersihan lingkungan, serta mendorong terciptanya masyarakat yang taat terhadap hukum, baik hukum formal apalagi hukum agama, agar terhindar dari prilaku yang tidak terpuji,” ujar Iksan.
Sementara itu,
KH Arifin Musdin dalam tauziyahnya menegaskan tentang makna waktu yang telah berlalu dan akan datang. Umat manusia diciptakan di muka bumi dengan segala bentuk jawab kepada sang pencipta. Karena itu, amal saleh menjadi wujud dari penghambaan itu.
Turut hadir Dandim 1425 Jeneponto, Agus Tanra, Wakapolres Jeneponto, Muh Idris, Sekkab Jeneponto, Muh Arifin Nur, ketua MUI Jeneponto, pengurus Ormas dan OKP Islam serta beberapa pejabat lingkup Pemkab Jeneponto.
(rls)

