MAKASSAR, BKM–Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memasang target untuk meloloskan dua kadernya masuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II meliputi Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Parepare, Barru, Pangkep dan Maros.
Untuk mencapai target tersebut, PKB ingin menguji para bakal calon anggota legislatif (Baceleg) senayan itu dengan melakukan uji kelayakan dan kepatutan.
Kegiatan uji kelayakan dan kepatutan berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulsel, Jalan Toddopuli Raya Makassar, Sabtu (4/3).
Sekretaris Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP PKB, Zainul Munasichin mengatakan, ada beberapa yang digali dimasing-masing Bacaleg.
“Pertama pengetahuan mereka dengan PKB, sejauh mana dia mengetahui visi dan misinya PKB,” kata Zainul.
Kemudian menggali motivasi para Bacaleg ini. Apakah untuk pengabdian di masyarakat, hanya sekedar naik kelas, ataukah ada motivasi lain seperti ingin memperkaya diri.
“Jadi kita mau gali motivasi mereka untuk nyaleg. Ketiga kita akan gali mengenai Dapil, seberapa paham mereka tentang Dapilnya,” bebernya.
“Termasuk ada juga materi tentang strategi pemenangan dan strategi pemenangannya mau pakai seperti apa,” tambah Zainul.
Selain itu kata dia, pihaknya juga menggali pengetahuan para Bacaleg tentang kearifan lokal dan aspek-aspek sosiologi kultural yang berkembang di Dapilnya.
“Kenapa? Karena PKB ini adalah partai yang memang menghargai kearifan lokal. Jangan sampai Bacaleg PKB yang dicalonkan itu, orang tidak paham dengan tradisi dan kultur,” terangnya.
Meski jatah kursi di Dapil Sulsel II yakni sembilan, namun Bacaleg yang diuji sebanyak 16 orang.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak secara otomatis menggugurkan Bacaleg. Namun akan menjadi pertimbangan. “Jadi ini menjadi salah satu bahan pertimbangan pimpinan memutuskan dari 16 ini mana yang terbaik,”jelasnya.
Bacaleg yang ikut uji kelayakan dan kepatutan yakni Nurhasan, Abd Rahman Assagaf, Tomi Satria Yulianto, Ambo Dalle, Wawan Mattaliu, Muhammad Rusydi Arif, A Nursalim Amiruddin, Andi Tenri Nangnga Rahman, Andi Nurjaya, Nasra Hasse, Paradis Tanaka, Mulyadi, Abdul Azis Pangeran dan Ismail.
Tiga diantaranya berasal dari Partai Hanura yakni Nur Hasan alias Cacang, Ambo Dalle, dan Wawan Mataliu.
Cacang pernah tercatat sebagai kader PBR lalu ke Hanura kemudian PSI, Ambo Dalle pernah tercatat sebagai Ketua DPD Hanura Sulsel, dan Wawan Mataliu juga mantan Wakil Ketua Hanura Sulsel.
Nur Hasan mengatakan, memilih nyaleg di PKB, karena basis pemilih nya berasal Darul Dakwah Wal Irsyad. Kecenderungannya memang ke PKB karena ada garis Nahdlatul Ulamanya.
“Saya alhamdulillah hadir ikut uji kelayakan karena dapat undangan DPP PKB, untuk menyampaikan visi misi dan potensi Dapil Sulsel 2,” ujar Waketum PW DDI Sulsel dan Wakil Ketua DI PC NU Kabupaten Maros ini
“Kalau kita mau mengamankan minimal satu kursi, maka Caleg satu dengan lainnya harus bekerjasama, tidak saling menjatuhkan,” tuturnya.
Hal sama disampaikan Wawan Mataliu yang mengatakan dirinya nyaleg di PKB karena dia mengklaim berasal dari nahdiyin. Hal lain, tidak ada kisruh diinternal partai dan pernah menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan.
Praktisi Unhas yang juga tim eksternal PKB, Abdullah Sanusi menilai, fit and proper test yang dilakukan PKB sebagai langkah yang tepat. Karena mereka memaparkan stafategi, visi dan misi nya sebagai Bacaleg. (rif)

