SEKRETARIS Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif mengemukakan selama itu mendapat amanah dari partai, tentu sebagai kader siap mundur. “Kalau kami terpilih sebagai wakil rakyat lantas mendapat tugas partai untuk maju di Pilkada, tentu kami siap. Jika itu perintah dari partai kita siap mundur, kan seperti pada Pilkada lalu, ada Ibu Cicu, Indira, Arum Spink dan Mizar,”ujar Syahar-panggilan akrab Syaharuddin Alrif, Selasa (25/7).
Syahar yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga menanggapi soal hasil pemetaan, analisisi hingga survei, Nasdem tak terpengaruh.
“Biarlah kami bekerja keras, adapun survei atau analisa silahkan sama, tapi kan para caleg bekerja dengan berbagai metode, fokus didaerah masing-masing untuk bekerja guna meraih simpati dengan politik kepedulian agar harapan masyarakat bisa menjadi dukungan. Dan dkungan itu bisa menjadi akumulasi kursi,”pungkas Syahar.
Pengamat yang juga peneliti dari lembaga survei PT Nurany Strategic Dr Nurmal Idrus mengemukakan bila secara regulasi Pemilu memang seperti itu adanya. Jika seorang anggota legislatif terpilih, maka dia harus mengundurkan diri ketika mendaftar sebagai kepala daerah.
“Secara politis, saya pikir tak ada masalah karena mereka tetap akan memperjuangkan kepentingan masyarakat meski tidak duduk di legislatif. Tetapi secara etika, seharusnya mereka tetap melanjutkan perjuangan sebagai wakil rakyat karena terpilih dalam posisi sebagai wakil rakyat di pemilu. Mereka harus lebih dulu menyelesaikan tugas untuk menjawab kepercayaan pemilih atas harapan mereka memilih dia sebagai seorang wakil rakyat,”ujar Nurmal Idrus yang pernah tercatat sebagai Ketua KPU Kota Makassar ini. (rif)

