MAKASSAR, BKM–Sejumlah politisi menghadiri misa syukur Imamat yang ke 25 di Gereja Paroki St Yakobus, Kecamatan Mariso Jumat (4/8).
Para politisi itu mulai Anggota DPRD Sulsel sekaligus Sekretaris PDIP Sulsel Rudy Pieter Goni, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Firmina Tallulembang, Anggota Fraksi PDIP Makassar Wiliam Laurin serta Bacaleg PDIP Makassar Dapil IV meliputi Kecamatan Panakkukang dan Manggala Nikolaus Beni.
Menurut sekretaris Komisi Kerawanan HAK KAMS Viani Octavius, sejumlah pastor juga hadir diantaranya Pastor Albert A Arina, Ketua Komisi Kerasulan Awam, Pastor Marinus Tellu, Pastor Paroki Rantetayo dan Pastor Marthinus Solon dan Pastor Paroki St.Mikael Palopo.
“Juga seluruh umat dari berbagai tokoh lintas agama antara lain, Calon anggota DPD RI Pdt. Musa Salusu, Sekretaris PGIW Sulselbar Pdt. Martinus Palebangi, Kadisnaker Makassar Nielma Palamba, Owner RS Grestelina Makassar dr. Maggy Wewengkang, Perwakilan dari Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Sulsel dari MUI, PGI, WALUBI, PHDI, Kong Fhu Chu, bersama dengan begitu banyak imam dari banyak paroki,”ujar Viani, Rabu (9/8).
Tak hanya itu, namun juga para suster bersama Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar, Mgr. Dr John Liku Ada’, Vikaris Jenderal KAMS , Pastor Joni Pajuk, CICM dan para Vikaris Episkopalis- Pastor Alex Lethe Makassar, Pastor Piet Majina La Oli -Vikep Sultra, Pastor Samson Bureny, Vikep Sulbar, Pastor Bartho Pararak, Vikep Toraja, Pastor Willi Welle, Rektor Seminari Tinggi Angin Mammiri, Sekretaris KAMS serta Pastor Made Markus.
Acara dihibur tarian indah khas Toraja Pagellu yang dibawakan murid dari SD Katolik St.Yakobus.
Perayaan syukur Imamat yang 25 tahun ini, yang mengambil tema ” Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu, Mat : 5.4 “. Acara itu juga menjadi napak tilas panggilan bagi seluruh imam, yang banyak diantaranya merayakan usia imamat pada bilangan belasan tahun, sebagai refleksi panggilan awal pergumulan untuk menjadi imam dengan menempuh pendidikan di Seminari Petrus Claver Makassar.
Uskup Agung, Mgr. Dr John Liku Ada’ memberikan apresiasi dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Momentum ini sekaligus menjadi ajang bagi seluruh Bacaleg Katolik membangun kesatuan gerak bersama umat untuk menyongsong hari ” Valentine Politik” 14 Pebruari 2024 guna mewujudkan asa menjadi ‘ the voice of vioceless – menjadi suara bagi yang tidak mampu bersuara ‘ , bagi terwujudnya kesejahteraan umum bersama. Acara diakhiri dengan pemberian cindera mata kepada para Imam. (rif)

