pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ribuan Hektar Sawah Terancam Puso

MAMUJU, BKM — Ancaman kekeringan yang melanda Provinsi Sulbar mulai diantisipasi Pemprov Sulbar bersama segenap komponen yang ada di daerah tersebut. Salah satu antisipasinya adalah dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) di kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulbar, Kamis (6/8).
Rakor ini dihadiri para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulbar, di antaranya Bakorlu Sulbar, Dinas Kehutanan Sulbar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulbar, Ir H Nasaruddin, Dandim Mamuju, dan Dandim Polman. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulbar, Ir Hamsah, pada pertemuan tersebut, mengatakan, untuk mengantisipasi kekeringan itu, perlu dikedepankan penanganan penyelamatan.
”Di antaranya mengamankan 22.000 hektare lahan persawahan yang telah terdampak dan sekitar 7.000 hektare lahan lainnya yang mengalami ancaman kekeringan, harus diselamatkan. Ini perlu digerakkan dengan cara penanganan pompanisasi untuk menyelamatkan tanaman padi yang telah mengalami puso. Ini harus ditangani dengan cepat,” kata Hamsah.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, mengatakan, seluruh komponen yang ada di daerah ini untuk tidak terpaku dengan anggaran yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah. Tapi yang perlu untuk segera dilakukan adalah penanganan pompanisasi untuk mengantisipasi masalah kekeringan ini.
”Jangan selalu membayangkan dana triliunan rupiah dari pusat. Jangan terlalu digembar gemborkan dan terpaku. Pompa saja yang dijanjikan pemerintah pusat, sampai sekarang belu ada yang turun ke masyarakat. Inilah pusat yang tidak mampu merealisasikan janjinya kepada masyarakat. Padahal, pompa itu saat ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengantisipasi kekeringan di Sulbar,” ketus Anwar.
Pemprov Sulbar sangat mengapresiasi keterlibatan TNI yang turun langsung ke masyarakat melihat permasalahan petani dalam mengantisipasi kekeringan di Sulbar. ”Kami sangat mengapresiasi kejelian personel TNI khususnya para Dandim yang turun membantu mengantisipasi masalah bahaya kekeringan yang dihadapi masyarakat petani di Sulbar,” katanya.
Diungkapkan, pada tahun 2014 Provinsi Sulbar mampu memperoleh hasil swasembada dalam hasil panen tanaman pangan di Sulbar. Meski kebanyakan areal persawahan termasuk sawah tadah hujan, tapi hasil dicapai sudah mampu memberikan bantuan pada provinsi lainnya di luar Sulbar, seperti ke Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Maluku, dan provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Ini menandakan hasil yang baik dicapai pada ketahanan pangan di Sulbar.
Untuk kembali mencapai swasembada pangan ditahun 2015 ini, maka harus dilakukan antisipasi yang baik. Sehingga permasalahan hasil produksi di wilayah Sulbar tidak akan menurun. Yang harus dilakukan, kata Anwar, yakni mempertahankan tanaman padi yang ada di seluruh areal persawahan di wilayah Sulbar.
Sementara itu, salah seorang petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Mamuju, mengungkapkan, hingga kini petani di Mamuju baru menerima bantuan pompa sebanyak tujuh unit berukuran tiga inch. Dan semuanya sudah dimanfaatkan petani. Dengan melihat luas areal persawahan di Kabupaten Mamuju yang mencapai sekitar 1.000 hektare yang harus diselamatkan karena terancam kekeringan, sudah tentu dibutuhkan adanya tambahan pompa.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Adnan Saleh meminta supaya dilakukan penggalian sumur untuk menangani masalah kekeringan tersebut. Terutama yang mengancam tanaman padi yang ada. Ini harus ditangani dengan cepat. ”Sekarang ada 50 unit pompa yang siap dibagi kepada masyarakat petani. Harus dibagi secara tepat bagi masyarakat petani yang membutuhkan. Sehingga permasalahan yang ada pada petani dapat ditangani dengan cepat,” pesannya. (ala/mir/c)



×


Ribuan Hektar Sawah Terancam Puso

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar