BARRU,BKM — Bupati Barru Andi Idris Syukur mendapat pujian di akhir masa jabatannya di periode pertama. Di lima tahun kepemimpinannya, ia sukses membukukan beberapa prestasi.
Mantan Kepala Dinas Kehutanan Sulsel ini akan tercatat di lembaran sejarah sebagai pemimpin yang mampu membanggakan Barru. Sebab sentuhan tangannya bersama masyarakat, kabupaten berjuluk Hibrida itu mampu meningkatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Barru menembus angka Rp 1 triliun di tahun ini.
Pencapaian itu merupakan sejarah tersendiri bagi Barru yang pertama kalinya menembus angka tersebut. Apalagi, jika membandingkan kabupaten tetangganya, Pangkep yang jumlah penduduk dan wilayahnya dua kali lipat, justru APBD-nya sama-sama di atas Rp1 triliun dengan Barru.
Berdasarkan data, selain APBD Rp1 triliun, pemerintah di bawah kendali besan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang itu, juga mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran. Itu tercermin dari predikat yang disematkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai kabupaten yang pengelolaan keuangannya Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama dua tahun berturut-turut.
“Saya titipkan semua pencapaian itu, agar kedepannya bisa lebih ditingkatkan lagi, termasuk bagaimana mempertahankan WTP untuk pengelolaan keuangan yang transparan dan sehat,” kata Idris Syukur saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 5 tahun di Rapat Paripurna Istimewa di DPRD Barru, Sabtu (8/8).
Selain itu, mantan penjabat Bupati Wajo ini juga mampu mencatatkan sejarah lain untuk 26 item. Diantaranya, penghargaan tertinggi di bidang pertanian oleh Presiden RI 2014, menjadikan Barru sebagai penghasil udang vaname tertinggi di dunia, penetapan pusat pengembangan bibit Sapi Bali Nasional oleh Menteri Pertanian sejak 2013.
Di bidang pelayanan, Barru mampu mewakili Indonesia ke panggung dunia sebagai daerah terbaik di kategori pelayanan perizinan terpadu. Lainnya adalah kabupaten berprestasi berdasarkan kinerja keuangan, pendidikan, ekonomi dan kesejahteraan dari Kementerian Keuangan di 2011.
Hal itu semakin lengkap setelah Barru yang berbatasan dengan Kota Parepare dikategorikan salah satu daerah sejahtera di Indonesia, karena jumlah warga miskinnya terendah ke empat di Sulsel, dan ke 10 di Indonesia.
Sementara untuk sektor pembangunan dan infrastruktur, di masa kepemimpinan Idris Syukur ikut andil dalam pembangunan jaringan kereta api di Barru, pembangunan tiga pabrik semen, pelabuhan terminal Semen Bosowa, pembangunan hotel bintang empat, penetapan wilayah Garongkong sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Menurut Idris Syukur, pencapaian itu bukan karena faktor dirinya semata, melainkan atas kerja keras semua pihak, baik masyarakat, pemerintah, dan legislatif. “Itu semua karena kebersamaan dan komitmen yang kita bangun. Saya berharap, apa yang sudah baik kita jaga dan tingkatkan, dan hal yang belum maksimal kita terus genjot lagi,” imbau Idris Syukur.
Ketua DPRD Barru Andi Nurhudaya Aksa, secara khusus mewakili DPRD menyampaikan terima kasih kepada Idris Syukur atas jasa dan kerjasamanya selama ini, sehingga mampu mensinergikan pelayanan kepada masyarakat.
“Izinkan kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa dan kerjasama baik yang terjalin selama ini dengan dewan,” puji kakak kandung Andi Anwar Aksa ini.
Sebagai bentuk penghargaan DPRD, LKPJ lima tahun kepemimpinan Idris, juga diterima oleh legislatif yang diserahkan langsung Idris ke Andi Uda, sapaan akrab Andi Nurhudaya yang disaksikan sejumlah wakil rakyat di kabupaten yang memiliki tujuh kecamatan tersebut.(udi/b)
Kepemimpinan Idris Syukur Dapat Pujian
×

