pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kajati Ingatkan Pejabat Mamasa

MAMASA, BKM — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulselbar, Suhardi, didampingi sejumlah petinggi yang ada di Kejati Sulselbar, di antaranya Asisten Pengawasan, HerI Jerman, Asisten Pidana Khusus, Gerry Yasid, dan beberapa staf Kejati, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mamasa, Selasa (11/8). Kajati dan rombongan yang tiba di Mamasa, disambut Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi, Wakil Bupati Mamasa, Victor Paotonan, dan sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Mamasa.
Kunjungan Kajati Sulselbar ke Mamasa merupakan suatu kehormatan tersendiri bagi Pemkab Mamasa. Karena sangat jarang orang nomor satu di lingkup Kejati berkunjung ke Mamasa. Hal tersebut disampaikan bupati Mamasa saat memberikan sambutan dan ucapan selamat kepada Kajati yang datang di Mamasa.
Ucapan bupati Mamasa tersebut disampaikan di ruang pola kantor bupati Mamasa saat diadakan tatap muka antara Kajati dengan para pejabat Pemkab Mamasa. Bupati lebih jauh mengatakan, Mamasa ini salah satu daerah di Sulbar yang kaya akan potensi wisatanya. Dan inilah andalan Kabupaten Mamasa. Dimana Mamasa adalah sebuah daerah subtropis dengan pemandangan alam memesona yang tidak dimiliki daerah lain di Sulbar.
Sementara itu, Kajati Sulselbar, Suhardi, mengatakan, pihaknya sudah lama merencanakan melakukan kunjungan kerja ke Mamasa. Namun karena adanya pekerjaan yang mendesak, sehingga kunjungan tersebut baru dapat dilakukan sekarang. Mamasa ini tidak seperti yang diceritakan orang. Hanya faktor jalannya yang saat ini butuh penanganan serius.
Saat berkunjung ke Mamasa, Kajati Suhardi melalui Kabupaten Mamuju yang melewati 14 kecamatan arah barat. Dimana jalan yang dilewati Kajati terbilang mulus dan tidak bergelombang. Jauh berbeda dengan jalan ke Mamasa dari arah Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Dimana jalannya bergelombang dan sangat memiriskan.
”Saya itu orangnya suka tantangan. Makanya, cerita orang tersebut saya mau saksikan dan rasakan. Jalan yang saya lewati kayak offroad. Saya sangat terkesan di Mamasa ini dan saya akan ingat sampai kapan pun,” katanya.
Kajati juga mengatakan, Mamasa ini merupakan daerah potensi wisata yang perlu dikembangkan. Hanya memang terkendala jalan. ”Tapi pak gubernur setelah ketemu di Mamuju mengatakan kalau ada proyek multi year yang akan membiayai proyek jalan di Mamasa. Kita harap Mamasa ini bisa juga jadi ikon Sulbar,” katanya.
Suhardi mengatakan, sebagai Kajati yang membawahi 28 Kejari dan 9 Kacabjari, kunjungan kerjanya ke Mamasa untuk melihat sejauh mana Kejari Mamasa sudah benar-benar melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai aturan. Sebagai Kajati, Suhardi mengaku sangat prihatin pemberitaan di mass media dalam beberapa hari terakhir adanya sejumlah pejabat yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bareskrim maupun Kejagung.
”Ini sangat memprihatinkan. Saya yakin dan percaya kalau kita melaksanakan tugas sesuai aturan, akan terhindar dari itu semua. Olehnya itu saya berpesan, jalankan roda pemerintahan ini sesuai peraturan perundang-undangan yang ada, Insya Allah kalau kita berjalan sesuai aturan, kita aman,” katanya mengingatkan.
Tapi kalau pejabat dalam melaksanakan tugas ada menyimpang, tentu hasilnya juga kurang bagus. Nanti suatu saat Tuhan akan marah. ”Itu tadi. Seharusnya di masa-masa yang seharusnya kita menikmati hari-hari enak bersama keluarga, bukannya enak tetapi tidak enak. Karena menghuni hotel prodeo. Mudah-mudahan di Mamasa tidak ada kasus korupsi,” katanya.
Ketika bertanya ke Kajari Mamasa, pihak Kajari pun mengatakan ada. Sontak saja Kajati mengatakan itu semua namanya oknum-oknum yang melakukan perbuatan tindak pidana korupsi. ”Kita harapkan ke depan, jangan kita melakukan hal-hal yang aneh, supaya setelah pensiun dengan baik, menikmati hari-hari yang indah. Bukan justru sebaliknya, ditangkap KPK, polisi atau jaksa. Kan repot adanya,” tuturnya.
Pada kesempatan itu pula, terkait proyek-proyek yang ada, Kajati mengharapkan kepada semua pihak untuk secara bersama-sama mengawasinya. Sehingga hasilnya dapat dinikmati masyarakat. ”Jangan kita mengerjakan proyek jalan betonisasi, di RAB gunakan besi 12 di lapangan gunakan besi 10. Kan ini mamanya suda pelanggaran hukum. Orang yang melakukan korupsi itu karena terlalu serakah. Tapi kalau tidak serakah kan ada ketentuannya berapa persen itu yang dibenarkan. Kita harapkan pembangunan di Mamasa ini lancar, jalan mulus. Kan rakyat sejahtera,” tegas Suhardi. (dar/mir/b)



×


Kajati Ingatkan Pejabat Mamasa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar