pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Produksi Tahu Turun Hingga 50 Persen

MAKASSAR, BKM — Harga kedelai dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan harga ini sebagai dampak menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Sebelumnya harga kedelai berada dikisaran Rp6.800 per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp7.400 per kilogram.
”Kedelai merupakan bahan baku tahu yang termasuk produk impor. Harga kedelai sekarang mencapai Rp7.400 per kilogram atau naik sekitar Rp600 dari harga yang berlaku sebelumnya sebesar Rp6.800 per kilogram,” kata Tasbin, salah seorang pegawai di pabrik tahu milik pak Selamet, ketika ditemui BKM pada Rabu (26/8) kemarin.
Kenaikan harga kedelai ini, kata Tasbin, membuat para pengusaha tahu jadi serba salah. Karena itu menaikkan harga jual, sudah tentu para pelanggannya akan lari. Tapi kalau tidak menaikkan harga, maka mereka akan merugi. Jadi salah satu jalan yang menurut Tasbin terpaksa harus ditempuh, yakni mengurangi ketebalan dari tahu yang dijualnya.
”Naiknya harga kedelai ini tentu membuat kami jadi bingung. Kalau harga dikasi naik, pelanggan pergi atau lari. Kalau tidak dinaikkan, kami yang rugi. Jadi kami hanya mengakali, bagaimana cara kita mengurangi tebal tipisnya satu papan tahu,” tuturnya.
Naiknya harga bahan baku tahu ditambah lagi dengan menurunnya animo masyarakat untuk membeli tahu, lanjut Tasbin, membuat usaha pembuatan tahu milik Selamet ini mengurangi jumlah produksinya hingga 50 persen. Sebelumnya, jumlah kedelai yang digunakan rata-rata mencapai 600 kilogram per hari. Tapi sekarang hanya 300 kilogram per hari.
Untuk 300 kilogram kedelai bisa menghasilkan 120 papan tahu dengan harga jual sebesar Rp32 ribu per papan. ”Stok barang sebenarnya tidak berkurang. Tapi pabrik yang mengurangi produksinya. Karena pelanggan yang tiap hari datang mengambil di sini juga berkurang. Pelanggan yang dulunya mencapai 25 orang, sekarang sudah di bawah dari 20 orang. Mau tidak mau, jumlah produksi kami terpaksa dikurangi,” katanya. (kkn5/mir)



×


Produksi Tahu Turun Hingga 50 Persen

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar