pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kejari Ragu Tingkatkan Kasus BBPOM ke Penyidikan

MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mengaku ragu untuk meningkatkan kasus dugaan korupsi pembangunan Laboratorium Mikrobiologi dan Genetika Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar ke tahap penyidikan.

Kepala Kejari, Deddy Suwardy Surachman, Minggu (30/8) beralasan jika kasus hanya menimbukan kerugian negara Rp80 juta. Nilai tersebut berdasarkan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh ahli konstruksi dari Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulawesi Selatan yang menemukan adanya kekurangan volume pekerjaan.”Kerugian negaranya sedikit,” kata
Deddy.
Deddy mengungkapkan, bahwa biaya yang dikeluarkan negara bisa melebihi nilai kerugian negara yang timbul dari proyek tersebut bila kasusnya ditingkatkan ke penyidikan dan juga bila dilanjutkan ke penuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.
Namun Deddy belum mau memastikan dulu apakah kasus tersebut akan dihentikan atau dilanjutkan. “Kami akan ekspos dulu bersama unsur pimpinan di kejaksaan soal kelanjutannya,” ujar Deddy.
Kasus tersebut mulai ditangani penyelidik bidang tindak pidana khusus sejak akhir tahun lalu. Proyek tahun 2013 itu dialokasikan sebesar Rp 5,8 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Deddy mengungkapkan jika pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dari pihak Balai Pengawasan dan rekanan proyek. Alhasil, proyek tersebut tidak tuntas hingga masa kontrak berakhir.
Sementara Kepala Balai Besar POM Makassar, Muhammad Guntur, mengatakan pihaknya berencana untuk mengembalikan dana kerugian dalam proyek tersebut bila hasil temuan itu memang valid.
“Pejabat pembuat komitmen dan rekanan yang mengurus itu. Sejauh ini saya belum tahu perkembangannya,” kata Guntur.
Guntur menyatakan menyerahkan sepenuhnya kasus itu pada proses hukum yang ada di kejaksaan. Dia menjamin akan bersikap kooperatif bila sewaktu-waktu kejaksaan membutuhkan keterangan atau dokumen lain soal proyek tersebut.
Proyek itu rencananya akan dituntaskan tahun ini. Pada 2014 lalu, pemerintah kembali menggelontorkan dana Rp1,3 miliar pada 2014 melalui revisi anggaran BBPOM Makassar. Dana itu untuk pengerjaan atap dan jendela gedung.
Sedang tahun ini pemerintah kembali mengganggarkan Rp3,4 miliar untuk menyelesaikan gedung laboratorium tersebut. (mat-ril/c)



×


Kejari Ragu Tingkatkan Kasus BBPOM ke Penyidikan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar