WATAMPONE, BKM — Setelah delapan bulan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Saddang alias Arman alias Bang Toyib (37) akhirnya dibekuk aparat Polres Bone di salah satu hotel di Polewali Mandar (Polman) Sulbar, Jumat (28/8) malam lalu. Namun, Bang Toyib baru tiba di Watampone, Minggu (30/8) dini hari.
Bang Toyib diduga kuat jadi bandar sabu jaringan internasional. Sejak 15 Januari 2015, bisnis terlarang Bang Toyib telah diendus polisi. Sejak saat itu, Bang Toyib tak lagi pulang-pulang ke kampung halamannya. Setelah sekian lama buron, jejak Bang Toyib pun terendus.
Kepala Kepolisian Resort Bone, AKBP Juliar Koes Nugroho Minggu (30/8) siang menjelaskan, jaringan Bang Toyib dikenal sangat licin. Dalam berbisnis narkoba, mereka memakai sistem mata rantai terputus. Para kurir serta pengedar yang diringkus, sama sekali tidak mengetahui bandar besar mereka.
”Awalnya, Nursalam yang tertangkap oleh pihak Polres Bulungan. Dari Nuralam kami menerima informasi bahwa, barang bukti 2 kilogram narkoba diperoleh dari bosnya yang tak lain adalah Saddang,” ungkap Juliar.
Sejak saat itu, katanya, Saddang masuk dalam DPO Polres Bulungan. Selain itu, dari 65 tersangka narkoba yang kini dalam penanganan Polres Bone, nama Bang Toyib kerap disebut-sebut. “Jadi tersangka menjadi DPO di dua Polres berbeda,” tegas Juliar.
Kapolres Tator ini pun menceritakan kronologis penangkapan bandar sabu jaringan Internasional ini. Ia mengatakan, informasi tentang keberadaan Bang Toyib diperoleh dari hasil penyelidikan polisi. Dimana, diketahui Bang Toyib sementara berada di Polman.
“Jumat (28/8) malam lalu, Tim Unit Satuan Narkoba dibantu tiga anggota Resmob Polres Bone melakukan penangkapan. Bang Toyib kemudian dibawa ke Mapolres Bone dan tiba Minggu dinihari (kemarin, red),” jelas Juliar lagi.
Juliar mengatakan, saat berstatus DPO, jaringan Bang Toyib seperti terputus. Ia bahkan dianggap memiliki mata dimana-mana. Dia sangat cerdik dalam menjalankan operasi narkoba.
Dalam penyergapan, kata Juliar, Bang Toyib yang ditemani 3 rekannya di dalam kamar sebuah hotel tidak dapat berbuat banyak.
Saat ditangkap, polisi berhasil menyita barang bukti berupa handphoe, uang tunai dalam jumlah banyak, pecahan uang ringgit Malaysia, uang real dan ATM berbagai bank.
Untuk sementara, Bang Toyib yang tak lain adalah warga Kelurahan Bukaka, Kecamatan Taneteriattang Timur ini, menurut Juliar, diancam pasal berat sebagai pelaku pengedar dan bandar narkoba internasional dan undang-undang narkotika. “Ancamanya seumur hidup,“ tegas Juliar.
Saat ini, Saddang diamankan di sel Mapolres Bone bersama dua rekannya yang salah satunya adalah sopir pribadinya. Saddang atau Bang Toyib merupakan bandar yang terkenal kaya raya di Bone dan dikenal licin serta mampu mengelabui aparat.
Dalam kasus ini, warga Bone banyak berharap dapat bonus. Sebab ada sayembara yang sering dilontarkan oleh Hj Bulan, istri Saddang yang mengatakan bahwa, dirinya berani membayar semua warga Bukaka kalau ada polisi yang berani menangkap suaminya.
Menyusul penangkapan Bang Toyib, Kapolres Bone telah menerbitkan surat instruksi untuk melakukan penyitaan terhadap aset milik tersangka. Mulai dari ruko, rumah hingga kendaraan pribadi berupa. (amr/cha/b)
Tak Pulang-pulang, Bang Toyib Ternyata Jadi Bandar Sabu
×

