MAKASSAR, BKM — Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis, pada Agustus 2015 ini Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,41. Sedangkan untuk daerah lainnya di Sulsel, inflasi tertinggi terjadi di Makassar yang mencapai kisaran 0,44 persen disusul Bulukumba (0,42 persen), Bone (0,11 persen), Parepare (0,08 persen), dan Palopo (0,03 persen).
Untuk IHK dibulan Agustus ini, mengalami kenaikan dibandingkan IHK dibulan Juli. Pada Juli, IHK berada diangka 120,20 dan pada Agustus mencapai 120,73. Laju inflasi tahun kalender (Agustus 2015) sebesar 3,63 persen, dan laju inflasi year on year (yoy) dari Agustus 2015 terhadap Agustus 2014 sebesar 8,75 persen
Untuk Sulsel, pada bulan Agustus 2015 laju inflasinya sebesar 0,37 persen. Inflasi dibulan Agustus ini lebih rendah dibandingkan tahun 2013 sebesar 1,58 persen, tahun 2012 sebesar 1,23 persen, dan tahun 2011 sebesar 0,99 persen. Seperti diungkapkan Kepala BPS Sulsel, Nursam Salam, di kantornya, Selasa (1/9) kemarin, perkembangan inflasi untuk Sulsel terjadi penurunan jika dibandingkan pada Juli lalu yang mencapai 1,19 persen sementara pada bulan Agustus 0,37 persen.
Menurut Nursam, inflasi terjadi karena naiknya harga-harga komoditi yang ditunjukkan kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,07 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,51 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,18 persen. ”Untuk kelompok kesehatan 0,03 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 1,16 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok sandang memberikan kontribusi deflasi sebesar minus 0,18 persen. (kkn3/mir)
Inflasi Makassar Capai 0,44 Persen
×

