pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Lagi, Wartawan jadi Korban Begal

MAKASSAR, BKM — Aksi begal kembali menimpah jurnalis di Makassar. Kali ini dialami seorang wartawan Harian Koran Tempo, Didit Riyadi (27). Peristiwa tersebut terjadi pada di Jalan Sungai Saddang tepat di depan Alfamart, Kamis (10/9), sekira pukul 04.00 Wita.
Didit yang ditemui di RS Bhayangkara mengaku baru saja pulang dari aktivitas peliputan menggunakan sepeda motor Satria FU dengan Nomor Polisi DD 2238 AW. Didit sat itu berboncengan dengan rekannya bernama Dwi Fahrunnisa melintas di Jalan Sungai Saddang. Tiba-tiba dari arah belakang keduanya dikerjar oleh dua pelaku berboncengan sepeda motor Satria FU, Nomor Polisi DD 4498 XY (plat putih).
Salah satu dari pelaku bahkan sempat mengarahkan anak panah (busur) ke arah korban. Selain busur, pelaku juga melengkapi diri dengan sebilah parang. Kedua pelaku diketahui tidak menggunakan helem dan menggunakan penutu muka (scraf).
“Kami dikejar sampai di Jalan Sungai Saddang motor lari kencang hingga melintas di jalan rusak, motor kami pun terpental hingga masuk ke dalam got. Warga yang melihat langsung datang menolong kami. Sementara pelaku langsung kabur,” terang Didit.
Akibat peristiwa ini, Didit mengalami luka pecah pada bibir. Sedangkan rekannya Dwi mengalami luka robek sepanjang 10 cm pada bagian belakang kepala serta pecah pada bibir.
“Beberapa kali pelaku melepaskan panah. Makanya kami lari,” ujar Didit.
Kapolsek Makassar, Kompol Sudaryanto yang dikonfirmasi mengaku telah menerima laporan korban. Saat itu juga, pihaknya melakukan pengejaran terhadap pelaku. Sudaryanto mengaku telah meminta keterangan korban terkait ciri-ciri pelaku serta jenis sepeda motor dan nomor polisi yang digunakan pelaku.
“Kami masih melakukan pengejaran. Yang jelas identitasnya sudah kami kantongi.Namun masih kami lakukan kordinasi ke pihak kepolisian lalu lintas untuk melacak plat nomor yang digunakan pelaku,” kata Sudaryanto.
Aksi begal yang dialami jurnalis Makassar bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Muhammad Ardiansyah, kontributor Trans TV biro Makassar juga menjadi korban kebrutalan kelompok begal motor. Peristiwa berlangsung sekitar pukul 04.30 Wita. Korban saat itu bersama rekannya wartawan Fajar TV, Harun, baru saja liputan di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar. Korban dibegal di Jalan AP Pettarani, 9 Mei 2013.
Minggu 6 April 2014, aksi begal dialami wartawan Kompas TV Makassar, Aditya Jufri di depan SPBU Jalan Gunung Bawakaraeng, sekitar pukul 00.00 wita. Korban baru saja pulang dari aktivitas liputan. Para pelaku yang melengekapi diri dengan senjata tajam memepet sepeda motor korban dan merampas tas yang berisi kamera, komputer jinjing (laptop) serta uang tunai.
Senin 8 Juli 2015 jurnalis MNC Media, Muhammad Nur mengalami luka tertancap anak panah pada bagian rahangnya saat melintas di Jalan Gunung Bulusaraung.
Aksi kekerasan di Jalan yang melibatkan kelompok begal motor menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, khususnya yang bekerja pada malam hari. (ish-ril/b)



×


Lagi, Wartawan jadi Korban Begal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar