pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tenri Ulas Gender, Maddusila Kritik Pelayanan Publik

Lima pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Gowa adu visi misi pada debat kandidat di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Makassar, Minggu (13/9) siang. Pada debat ini, semua pasangan calon (paslon) tampil optimistis.
Adapun lima paslon yakni hadir yakni Andi Maddusila-Wahyu Permana, Sjachrir Dg Jarung-Anwar Usman, Djamaluddin Maknun-Maskur, Tenri Olle YL-Hairil Muin dan Adnan Purictha Ichsan-Abd Rauf Malagani Krg Kio.
Debat yang dipandu mantan Ketua KPU Sulsel Dr Jayadi Nas berlangsung seru, lantaran model debatnya, setiap ulasan calon langsung mendapat tanggapan dari empat kubu paslon.
Misalnya saat cabup nomor urut 4 Tenri Olle Yasin Limpo mengulas tentang persoalan gender, cabup nomor urut 1, Andi Maddusila langsung memberi kesempatan kepada Wahyu Permana untuk menjawab ulasan Tenri. Ternyata Wahyu yang masih berusia muda mengaku akan memberi perhatian kaum perempuan dalam sejumlah aktifitas kehidupan.
Soal gender, juga ditanggapi cabup nomor urut 3, Djamaluddin Maknun yang mengaku akan memberdayakan perempuan di sektor perkebunan, khususnya di perkebunan karet.
Soal pelayanan publik yang dipaparkan Maddusila ditanggapi cawabup nomor urut 2 Anwar Usman. Anwar mengatakan akan memberikan ruang besar kepada publik, salah satunya adalah Persigowa.
Soal pelayanan publik, cawabup nomor urut 4 Hairil Muin mengaku akan menyisihkan waktu ‘berkantor’ satu kali sebulan di kecamatan maupun desa dan kelurahan.
Cabup nomor urut 5 Adnan Purichta melontarkan soal cara kandidat lainnya membatasi usaha berjaringan di tengah masyarakat.
Pertanyaan Adnan dijawab keempat paslon hampir seragam. Keempat paslon sepakat akan membatasi usaha berjaringan, agar tidak mematikan usaha kecil masyarakat, termasuk pasar tradisional.
Kelima paslon juga memaparkan program peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan serta peningkatan kesejahteraan rakyat di berbagai sektor kehidupan.
Acara debat juga dihadiri caretaker bupati HM Sidik Salam, Ketua DPRD, Ansar Zaenal Bate, Panwaslu dan tim-tim pemenangan paslon yang dibatasi hanya 18 orang.

Wartawan Nyaris Duel dengan Komisioner KPU

Pengawasan ketat debat oleh kepolisian dengan pemberian ID card yang telah disiapkan KPU mengakibatkan banyak wartawan media cetak maupun elektronik yang protes karena tidak bisa meliput secara langsung kegiatan debat.
Karena dibatasi masuk, seorang wartawan Edy nyaris duel dengan Komisioner KPU Divisi Hukum, Sukman. Edy merasa jengkel lantaran pihak KPU mengaku tidak lagi memiliki ID card, sementara Edy melihat staf KPU masih memegang beberapa lembar ID card.
Edy pun memprotes dan menyebut Sukman tidak fair apalagi yang memegang ID card tersebut diklaim Edy adalah istri Sukman. Untungnya kedua pihak dapat ditengahi oleh sejumlah tamu, sehingga permasalahan itu tidak melebar di saat debat sementara berlangsung. (sar/rif)



×


Tenri Ulas Gender, Maddusila Kritik Pelayanan Publik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar