MAKASSAR, BKM — Seorang remaja berstatus anak polisi bernama Arfandy (19) nyaris tewas, setelah ditikaman oleh kerabatnya sendiri, Yudistira (18), Senin (13/9) sekira pukul 01.45 wita.
Peristiwa penikaman terjadi tak jauh dari rumah kedua remaja tersebut, tepat di belakang Toko Jaya di Jalan Kumala II, Lorong 1 Nomor 5, Kelurahan Pabaeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Sebelum ditikam, Arfandy yang belakangan diketahui adalah putra dari Aiptu Sugiman, Kepala SPKT Polsek Makassar terlibat duel dengan Yudistira yang tak lain teman bermain korban dan diketahui masih memiliki hubungan keluarga. Dari informasi yang dihimpun BKM di TKP menyebutkan, peristiwa bermula saat korban didatangi oleh pelaku saat tengah nongkrong di pinggir ruas Jalan Kumala II sambil bermain gitar.
Yusditira yang datang dalam kondisi mabuk menegur korban. Namun korban tak mengindakan teguran pelaku. Akibatnya pelaku tersinggung dan langsung menyerang korban. Keduanya pun terlibat duel. Namun tak lam, pelaku mengeluarkan sebilah badik dan langsung menikam korban pada bagian dada sebelah kiri serta menyobek lengan bagian kiri korban.
Akibat tikaman tersebut, korban langsung tumbang bersimbah darah. Sementara pelaku langsung melarikan diri. Warga yang melihat peristiwa terebut langsung melarikan korban ke RS Bhayangkara. Beruntung, nyawa korban masih dapat diselematkan.
“Jadi saat mereka berkelahi, saya sempat melerainya. Namun saat itu Arfandy sudah mendapat luka tikaman dibagian lengan kiri dan bagian dadanya. Korban saat itu sudah bersimbah darah. Sementara pelaku lansung kabur,” ungkap salah seorang saksi mata, Ippang.
Saksi juga menyebutkan, bahwa pelaku sebelum menemui korban sempat bertengkar hebat dengan adiknya di rumah pelaku. Akibat peristiwa ini, korban mendapat15 jaitan pada lengan kiri. Korban juga mengalami luka tikaman pada dada seblah kiri korban sedalam 2 cm dan lebar 1,5 cm.
Korban yang ditemui di RS Bhayangkara kepada BKM mengaku diserang oleh pelaku saat sedang duduk bermain gitar. Korban mengaku diserang lantaran pelaku merasa tersinggung karena teguran pelaku tidak digubris oleh korban.
“Saya main gitar tiba-tiba Yudistira datang dalam keadaan mabuk. Dia bertanya kepada saya, tapi saya abaikan. Dia tersinggung dan langsung memukul saya. Saya melawan dan sempat berkelahi. Saya tidak tahu kalau dia bawa badik,” ungkap korban.
Sementara itu Kapolsek Tamalate, Kompol Suaeb Madjid mengatakan, korban masih menjalani perawatan intensif pihak RS Bhayangkara. Sementara pelaku masih dalam proses pengejaran. “Kami sudah tindak lanjuti kasus ini dan tengah mengejar pelakunya,” tegas Suaeb. (ish-jul-ril/b)
Duel dengan Teman, Anak Polisi Ditikam
×

