MAMUJU, BKM — Gubernur Sulawesi Barat bersama Balai Besar Jalan dan Jembatan Wilayah Sulselbar, serta pihak kontraktor pemenang, telah menandatangani sejumlah item pekerjaan untuk pembangunan jalan dan jembatan yang ada di wilayah Sulbar. Termasuk jalan arteri dan Salu Batu-Mambi-Aralle.
Penandatanganan MoU di ruang kerja gubernur Sulbar, Senin (14/9), turut disaksikan dua tokoh Sulbar, yakni Prof Basri Hasanuddin dan Prof Ilham. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, usai penandatanganan MoU itu, mengatakan, dengan adanya paket pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Sulbar, baik pada jalan arteri Mamuju dan jalan Salu Batu-Mambi-Aralle dengan sistem multi years, maka pihak kontraktor yang memenangkan tendernya, untuk tidak bermain-main.
”Kami selaku gubernur Sulbar yang susah payah kami lakukan lobi pemerintah pusat, baik melalui pemerintahan pak SBY maupun pak Joko Widodo, serta kepada pak JK. Jadi kalau ada kontraktor yang memenangkan proyek ini dan kurang baik bekerja, hanya asal-asalan, serta tidak memenuhi standar dan kualitas, maka kami akan langsung melaporkan kepada menterinya,” tegas gubernur Sulbar dua periode ini.
Di hadapan pihak balai besar, baik itu Satker, PPK, dan juga konsultan pengawas pada setiap kontraktor yang memenangkan pekerjaan ini, Anwar menekankan, pihaknya setiap saat akan turun untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan kontraktor dari pekerjaan jalan dan jembatan.
”Jangan ada kontraktor nantinya mau main-main bekerja dan seakan-akan lambat cara kerjanya. Kami nanti setiap saat akan turun langsung memantau pada setiap item pekerjaan yang dikerjakan pihak kontraktor. Kami pun akan turun melakukan pengawasan secara gratis. Jadi kalau ada yang mau bermain-main, maka kami tak segan-segan melaporkan kepada pihak pusat, baik melalui menteri maupun langsung kepada presiden,” ingatnya.
Anwar mengatakan, pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan ini memiliki arti sangat besar bagi masyarakat Sulbar. Karena kalau infrastruktur ini membaik, maka akan pasti akan secepatnya pula mampu mendorong perubahan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulbar. Untuk itu, tambahnya, sejak Provinsi Sulbar terbentuk dan dipercaya rakyat Sulbar memimpin daerah otonomi baru (DOB) ini, dirinya sudah memikirkan dan bercita-cita untuk mewujudkan daerah ini keluar dari keterisoliran dan ketertinggalan.
”Kami telah diberi amanah oleh rakyat Sulbar untuk memimpin Provinsi Sulbar selama dua periode, maka kami terus memacu pembangunan pada berbagai sektor di daerah ini. Kami percaya kalau pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Sulbar akan terealisasi. Dan akhirnya, itu terbukti sekarang,” paparnya. (ala/mir/c)
Anwar: Jangan Ada Kontraktor Main-main Bekerja
×

