BARRU, BKM–Pencoretan sekitar 27 ribu Daftar Pemilih Sementara(DPS) oleh KPU Barru memantik protes dari paslon Andi Anwar Aksa-H Adhan Arman Wollong(Masseddi Ada). Apalagi pencoretan dengan alasan pemilih tersebut tidak ditemukan domisilnya. Tim Masseddi Ada meminta KPU melakukan proses verifikasi secara teliti.
Koordinator Tim Media Masseddi Ada, Zulfakar bersama Abd Samid menyatakan pihaknya mengajukan protes lantaran ada dugaan 27 ribu DPS yang dicoret dengan alasan taka jelas.
“Setelah kami cek dari print out data DPS di Lalolang. Ternyata banyak diantaranya yang masih ada pemilihnya dengan alamat sesuai data DPS,”ujar Zulfakar, Jumat (25/9).
Komisioner KPU Divisi Teknis, Upi Hastaty yang dihubungi tidak berhasil dikonfirmasi. Demikian pula pesan singkat yang dikirim juga tak dibalas.
Terpisah, Ketua Panwaslu Abd Mannan mengaku menemukan adanya beberapa pemilih ganda yang tercatat dalam DPS. Di TPS Desa Lasitae ada satu nama pemilih terdaftar tiga namanya yang sama dalam DPS di TPS serupa. “Jadi pihak KPU wajib melakukan verifikasi secara teliti dan cermat sebelum ditetapkan menjadi DPT,” pinta Mannan.
Sementara itu, cabup nomor urut 3, Andi Idris Syukur berbaur dengan warga sebelum menjalankan salat Id di Pekkae, Tanete Rilau. Sementara Suardi Saleh yang tak lain besan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) berqurban di kampung kelahirannya di Balusu, Kamis (24/9).
“Untuk tahun ini, bapak berqurban tiga ekor sapi. Dan memang setiap tahun, kami selalu berqurban,” ujar putri sulung Idris, Andi Cora Dita.
Sementara Suardi, berqurban dua ekor sapi. Mantan Kepala Bappeda Pinrang itu, membagikan daging kewarga yang kurang mampu, sekaligus menyempatkan diri bersilaturahmi dengan warga. (udi/rif/c)
Masseddi Ada, Protes DPS
×

