MAMUJU, BKM — Peringatan hari jadi Provinsi Sulawesi Barat ke 11 dilakukan dalam bentuk upacara. Upacara ini dihadiri Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Pudji Hartanto Iskandar, anggota DPR RI, Hj Eny Angraeny, dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Barat, ketua DPRD Sulbar, serta para bupati se Sulbar dan para tokoh pejuang pembentukan Sulbar.
Sedangkan Pangdam VII Wirabuana diwakili dari Danrem Taro Ada Taro Gau, Kolonel Inf Yosua Pandit Sembiring. Peringatan HUT Sulbar ini berlangsung di halaman gedung perkantoran gubernur Sulbar, Selasa (22/9).
Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar, H Anwar Adnan Saleh, mengemukakan, dalam mencapai umur 11 tahun terbentuknya Sulbar, cukup banyak rintangan yang telah dilalui dalam mengisi pergerakan pembangunan pada Provinsi Sulawesi Barat.
”Kita harus memahami, provinsi ini tidak lahir secara tiba tiba. Provinsi ini lahir dari peran para tokoh pejuang kita sejak beberapa puluh tahun lalu. Dan avdelin Mandar ini terus diperjuangkan para tokoh pejuang nasional saat itu yang mulai diperjuangkan cita-cita terbentuk Sulbar itu, dimulai di rumah pejuang nasional, Ibu Andi Depu,” katanya.
Dua periode diberi kepercayaan memimpin Sulbar, kata Anwar, pihaknya terus berjuang untuk kemajuan daerah ini. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk tidak menyia-nyikan perjuangan para tokoh pembentukan Sulbar. ”Kita jangan melupakan kepada para tokoh pejuang kita seperti Baharuddin Lopa, Husni Jamaluddin, dan almarhum KH Sahabuddin. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat Sulbar untuk terus menggalakkan dan mengingat jasa-jasa pejuang pembentukan Sulbar,” pesannya.
Menurutnya, masih banyak hal yang harus dibenahi, baik pada angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi. Langkah yang telah dicapai itu mampu didorong dan ditekan pada 11 persen yang dicapai pada tahun 2015 ini. ”Ke depan, ketika kita bersama-sama bergandengan tangan, yakinlah kita akan mampu menekan angka kemiskinan pada 10 persen,” ujarnya.
Untuk ruas jalan nasional dan jalan provinsi, saat ini terus diperjuangkan. Dan baru-baru ini, telah dilakukan kontrak berjamaah dengan sistem multi years, baik poros jalan Mamasa dan batas Tana Toraja serta pembangunan jalan arteri Mamuju-Belang- belang, saat ini terus berjalan dan nantinya akan ditindaklanjuti gubernur Sulbar yang terpilih pada Pemilukada Sulbar tahun 2017.
”Kami juga terus mendorong kemajuan pendidikan termasuk memperjuangkan penegerian Unsulbar. Dimana saat ini telah menjadi universitas negeri yang pertama di Sulbar ini. Selain itu, kami juga telah mendorong para tenaga kesehatan yakni para tenaga kedokteran untuk menjadi dokter berkualitas. Untuk itu, kami telah memberikan beasiswa kepada mereka,” paparnya.
Anwar mengungkapkan, pihaknya akan terus mendorong terbentuknya Kabupaten Balangnipa dan Kota Mamuju. Selain itu, juga pada perkantoran vertikal dan Makorem Taro Ada Taro Gau, serta kantor Mapolda Sulbar. Anwar mengakui kalau kini telah mempersiapkan lahannya. ”Kami selaku gubernur Sulbar, sudah sekian lama kami dorong untuk percepatan terbentuknya Polda Sulbar. Sudah ada lima Kapolda di Sulselbar yang telah menjanjikan untuk meneruskan perjuangan terbentuknya Polda Sulbar. Kami akan terus mendorong percepatan pembangunan Mapolda Sulbar,” tandasnya. (ala/mir/c)
Perjuangan Pembentukan Sulbar Dimulai di Rumah Andi Depu
×

