MAROS, BKM — Warga Baruga, Desa Salenrang mengeluhkan kerusakan jalan yang cukup parah di Jalan Poros Semen Bosowa Maros. Di kawasan ini terdapat 30 titik kerusakan dengan lubang menganga sepanjang lima kilometer tersebut.
Perwakilan warga, Arsyad kepada BKM, Selasa (29/9) mengatakan pihaknya berencana protes langsung ke manajemen PT Semen Bosowa terkait kerusakan tersebut. Pasalnya, mereka khawatir membahayakan keselamatan warga dan pengguna jalan. “Jalanan rusak parah, ada 30-an lubang, bahkan ada yang dalamnya sampai 40 centimeter,” bebernya.
Arsyad menuding, sepanjang jalan itu telah sering terjadi kecelakaan akibat lubang jalan yang cukup dalam. Apalagi tidak ada tanda-tanda yang dipasang sebagai peringatan adanya lubang besar. “Tahun lalu bahkan Sekretaris Desa Salenrang tewas usai terjatuh dari sepeda motor dan digilas truk milik rekanan PT Semen Bosowa,” kata Arsyad.
Upaya perbaikan bukannya tidak dilakukan, namun warga menuding perbaikan jalan itu asal-asalan. Buktinya, usai diperbaiki selama tiga hari kemarin, perbaikan kembali dihentikan. Pun jika perbaikan disatu titik rampung, beberapa hari kemudian rusak lagi. Hal itu juga dikeluhkan oleh BPD Sukamasea.
Manajemen PT Semen Bosowa Nur Alang menampik jika pihaknya abai terhadap kerusakan jalan di Salenrang. Perbaikan tengah dilakukan pada titik kerusakan yang dimaksud warga. “Jadi perbaikan jalan terus. Adapun sekarang berhenti karena kami menunggu beton lapisan bawah kering total,” katanya.
Dirinya berharap, warga memaklumi lambannya pengerjaan mengingat kerusakan mencapai lima kilometer. Apalagi, kata Alang anggaran perbaikan miliaran rupiah bersumber murni dari PT Semen Bosowa tanpa bantuan APBD sama sekali. (ari/A)

