GOWA, BKM — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, HM Sidik Salam menegaskan akan melakukan evaluasi terkait pelayanan di RSU Syekh Yusuf Sungguminasa. Evaluasi dilakukan pascainsiden penganiyaan seorang dokter dan perawat oleh oknum pejabat Satpol PP Gowa, Jumat (26/9) malam lalu.
Kepada pers usai menghadiri sidang paripurna penetapan APBD-P 2015 di Gedung DPRD Gowa, Senin (28/9) pagi, Sidik menyesalkan kejadian ini apalagi sampai berimbas mogoknya aktivitas dokter dan perawat di UGD RSU Syekh Yusuf.
”Kita akan evaluasi pelayanan RSU. Tidak usah saling menyalahkan. Yang jelas insiden initerjadi tentunya karena ada sebab akibatnya,” ujar Sidik sambil berjalan meninggalkan Gedung DPRD.
Sebelumnya Direktur RSU Syekh Yusuf, dr H Salahuddin mengakui pihaknya masih melakukan menyelidikan penyebab insiden itu. Salahuddin sangat menyayangkan adanya kejadian ini. Pihaknya pun membantah jika pelayanan di UGD dianggap lamban.
“Masyarakat harus tahu tata tertib pelayanan di UGD yang memang tidak diperbolehkan banyaknya pembesuk di ruangan itu sebab bisa mengganggu pelayanan,” jelasnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Mochammad Yunus Saputra yang dikonfirmasi, Minggu (29/9) mengatakan, kejadian itu berawal saat korban sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pasien di dalam ruang UGD. Karena malam itu terlalu banyak keluarga pasien lakalantas yang masuk ke UGD membuat dokter jaga yakni dr Nunung pun menegur keluarga pasien untuk keluar dari ruang UGD. Namun lelaki Hasrum Dg Ngeppe (50) yang juga diketahuai adalah Kabid Penyidik Badan Satpol PP Gowa datang dan menganiaya dr Nunung Meisari (21) dan perawat Herniawati (33).,
“Kami sudah terima laporannya untuk diproses lebih lanjut sesuai laporan Polisi No LP/837/IX/2015/SPKT,” kata Kasat Reskrim, AKP Yunus Saputra.
Karena kejadian penganiayaan itu membuat para petugas UGD mogok bertugas. Mereka takut kejadian serupa terulang. Hingga Sabtu kemarin pelayanan di UGD tidak berjalan mengakibatkan sejumlah pasien yang baru masuk tidak mendapatkan pelayanan. Kekacauan pelayanan itu membuat para keluarga pasien gelisah mencari petugas UGD.
Bahkan ada keluarga pasien memasangkan sendiri peralatan medis yang ada untuk menolong keluarganya dalam UGD. Kondisi ini terjadi akibat tak satupun dokter dan perawat di ruang UGD. Hasil visum dr Nunung Meisari mengalami bengkak di pipi kiri dan perawat Herniawati mengalami telinga kiri suster Herniawati.
Diduga Hasrum Dg Ngeppe berbuat nekat melakukan tindak kekerasan karena tidak puas dengan pelayanan di UGD tersebut.
Sesuai kronologisnya, sebelum ada aksi penamparan, seorang pasien bernama Candra (49), warga Kampung Manyampa, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, dibawa masuk ke UGD oleh sejumlah keluarganya. Candra adalah korban lakalantas yang harus segera mendapatkan pertolongan dokter. Namun karena pihak keluarga menilai pelayanan petugas UGD lamban, maka beberapa diantara keluarga Candra mengamuk sampai akhirnya penamparan pun terjadi.
” Menurut pengakuan petugas UGD, keluarga korban hanya ditegur dan disuruh untuk keluar ruangan, tapi malah marah dan tidak menerima, lalu menampar dokter dan perawat,” jelas Taslim yang dikonfirmasi Sabtu (26/9). (sar/C)
Sidik Janji Evaluasi Pelayanan di RSU Syekh Yusuf
×

