MAMUJU, BKM — Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, telah mengambil langkah percepatan dalam proses pembangunan rumah sakit yang megah dengan konsep green hospital. Rumah sakit ini akan dibangun di atas areal seluas 15 ribu meter persegi. Luas gedung sekitar 18 ribu meter persegi dan luas tapak sekitar 4.100 meter persegi.
Rumah sakit ini terdiri dari tiga sampai lima lantai dengan kapasitas 212 tempat tidur. Hal tersebut dipaparkan Hospital Engineering, Hilman Hamid dan Iskandar pada acara expose detail pembangunan RSUD Pemprov Sulbar yang berlangsung di ruang pertemuan kantor gubernur Sulbar, Selasa (6/10).
Dari 212 tempat tidur tersebut terdiri dari VVIP untuk dua tempat tidur, VIP untuk enam tempat tidur, kelas 1 untuk 24 tempat tidur, kelas 2 untuk 36 tempat tidur, kelas 3 untuk 90 tempat tidur, ruang isolasi untuk 8 tempat tidur, ruang ICU 12 tempat tidur, ruang ICCU untuk 10 tempat tidur, LM WD untuk 6 tempat tidur, PICU untuk 6 tempat tidur, dan dialisis 12 tempat tidur.
Dari konsep yang dipaparkan Hospital Enginering, tentu saja rumah sakit tersebut akan berbeda dengan rumah sakit yang ada saat ini. Karena konsep rumah sakit tersebut pelayanannya akan terintegrasi antara satu dengan lainnya. Beberapa ruang yang akan dibangun di antaranya pelayanan kesehatan jiwa, pelayanan perawatan penyakit menular, pelayanan rehabilitasi ketergantungan obat dan HIV, pelayanan perawatan kusta, pelayanan unit transfusi darah, pelayanan kedokteran forensik, pelayanan siaga bencana dan ambulance, pemulasaran jenazah, pendidikan, pelatihan, gudang farmasi, bahan makanan dan lainnya.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh pada kesempatan tersebut meminta agar rumah sakit tersebut segera dibangun. Shingga pembangunannya bisa selesai sebelum dirinya mengakhiri masa jabatan akhir tahun 2016 mendatang. ”Januari, pembangunannya sudah harus dimulai. Untuk itu, saya meminta kepada Dinas Kesehatan Sulbar sudah harus mempersiapkan SDM semua pelayanan, dan rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik kepada para pengunjungnya,” kata Anwar Adnan Saleh.
Rumah sakit sengaja dibuat dengan konsep green hospital yang akan terpadu pelayanannya mulai dari paling kecil hingga paling berat, penataan lingkungan yang existing dan bisa membuat rasa nyaman bagi siapaun yang datang baik yang sakit ataupun tidak sakit. Diharapkan, itu semua bisa terwujud diakhir masa jabatannya. Apalagi, di Sulbar setiap tahun harus merujuk ribuan orang keluar Sulbar untuk mendapatkan pelayanan rumah sakit yang lebih baik, karena keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki RS di Sulbar.
”Ini sebuah mimpi, dan mudah-mudahan bisa terwujud di akhir masa jabatan saya. Anggarannya memang mahal mencapai Rp200 miliar. Karena bahan-bahannya memang sudah dipersiapkan untuk 20 sampai 30 tahun ke depan. Pembangunannya kita pinjam, dan satu dua tahun akan dikembalikan,” kata Anwar Adnan Saleh.
Terkait SDM, akan bekerjasama dengan rumah sakit lain, termasuk rumah sakit Unhas yang memang selama ini juga sudah bekerjasama dengan Pemprov Sulbar dalam menunjang SDM. Dalam expose tersebut, juga hadir Wagub Sulbar, Aladin S Mengga, Wakil Ketua DPRD, Harun, Sekprov Sulbar, Jamil Barambangi, Ketua Komisi DPRD, Syamsul Samad, anggota DPRD Sulbar, Halim dan Sahariah, sejumlah pimpinan SKPD terkait dan undangan lainnya. (ala/mir/c)
Green Hospital Dibangun Bulan ini
×

