MAKASSAR, BKM — Aksi dua raja copet Makassar Mall akhirnya berakhir di balik jeruji besi. Tim Reserse dan Kriminal Polsek Wajo berhasil meringkus dua raja copet Suardi dan Hasan Basri di dua lokasi berbeda, Kamis (8/10) malam lalu. Hingga Jumat (9/10), keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif.
Raja copet pertama yang ditangkap adalah Suardi. Ia ditangkap berdasarkan pengembangan yang dilakukan aparat Polsek Wajo. Suardi disergap petugas di Jalan Kopral Harun, dekat perlintasan masuk ke Pelabuhan Paotere.
Setelah menangkap Suardi, polisi pun melakukan pengembangan. Dari pengakuan Suardi, disebutlah nama Hasan Basri yang juga rekan Suardi dalam menjalankan aksi kejahatannya di sekitar Makassar Mall. Hasan Basri berhasil ditangkap di Jalan Tol Ir Sutami.
Polisi tidak berhenti sampai di situ dan melakukan pengembangan. Utamanya mencari barang bukti hasil copetan mereka berupa dompet dan isinya berupa surat berharga milik korban malam itu juga.
Suardi lalu dipaksa menunjukkan lokasi penyimpanan hasil kejahatannya. Polisi dan Suardi lalu menuju Jalan KH Ramli, di sekitar Makassar Mall. Namun, polisi mencium gelagat mencurigakan dengan tidak memberitahu lokasi penyimpangan hasil copetannya.
Malahan, lelaki yang dikenal garang dan licik ini mencoba merebut pistol salah satu polisi. Melihat ulah nekat Suardi, polisi memilih melumpuhkan tersangka dengan sebutir timah panas di kaki kirinya.
Setelah peluru bersarang di kakinya, Suardi tak berkutik. Malam itu ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.
Jika Suardi mencoba melakukan perlawanan, tidak demikian dengan Hasan Basri. Ia memilih kooperatif saat diminta polisi menunjukkan sisa-sisa hasil copetannya.
Akhirnya setelah memaksa keduanya menunjukkan lokasi penyimpanan, polisi pun berhasil menyita barang bukti hasil kejahatan keduanya. Beberapa yang disita diantaranya ratusan lembar KTP, ATM dari berbagai bank, puluhan STNK motor, dompet serta Kartu Keluarga (KK).
Menurut Kapolsek Wajo, Kompol Ahmad Yulius, kedua tersangka adalah resedivis kasus pencurian dengan kekerasan terhadap pengunjung Makassar Mall. Dalam beraksi, kata kapolsek, mereka tidak segan-segan melukai korbannya jika berteriak.
“Tersangka juga diketahui kerap mengancam pedagang Makassar Mall jika melapor ke polisi atas ulah mereka. Karena ancaman itu, pedagang melakukan gerakan tutup mulut jika melihat kedua tersangka mencopet pengunjung,” katanya.
Kompol Ahmad Yulius menegaskan, jika keduanya memang dikenal sebagai raja copet di Makassar Mall. Sudah cukup lama mereka beroperasi di lokasi ini.
Sementara itu, menurut Kepala Unit Reskrim Polsek Wajo, AKP Ucok, tersangka diketahui terakhir beraksi Minggu (4/10) sore lalu. Saat itu, tersangka berhasil mencopet sebuah dompet milik mahasiswi bernama
Adinda Nurul Hidayah, warga Permata Sudiang Raya Blok 1.12 No 11.
“Keduanya mencopet dengan cara menyileti tas korban. Saat tas robek, pelaku memasukkan tangan dan mengambil dompet korban,” kata Ucok. (jul/cha/b)

