pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Trauma Masa Lalu Bikin Aku Dingin dengan Pria

Sebagai perempuan muda, tentu saja saya tertarik untuk menjalin cinta dengan lelaki. Rasa kesepian kerap melanda. Apalagi jika melihat teman-teman kerja diantar atau dijemput oleh pacarnya.

Namun, untuk membuka diri kepada lelaki, saya sangat kaku. Apalagi ada jejak trauma yang terus mengintai perjalanan hidupku. Belum lagi, saya kadang merasa malu jika rahasiaku terungkap, jika aku memiliki seorang anak di luar nikah yang cacat.
Satu dua lelaki pernah mendekati. Namun, perasaan takut membuat saya bersikap dingin kepada mereka. Akhirnya kedua lelaki itu menyerah. Kadang saya marah sama Tuhan. Kenapa dunia serasa berlaku tidak adil terhadap diri saya. Namun, orang tuaku kerap menasehati jika apa yang kita alami sudah ditakdirkan saa Tuhan. Akan ada hikmah dibalik semua cobaan yang mendera.
Hingga suatu ketika, seorang lelaki, Tiar, (nama samaran) yang kebetulan menjadi supervisor di tempatku bekerja berusaha membangkitkan rasa percaya dalam diriku. Setiap ada waktu istirahat, saya kerap curhat padanya.
Usianya sebenarnya tidak terpaut jauh denganku. Namun kedewasaannya berpikir membuatku kagum dan simpati pada dirinya.
Diam-diam, saya pun jatuh cinta pada dirinya. Namun, saya tidak berani untuk mengungkapkannya. Perhatian-perhatian kecil pun kerap kudapatkan darinya. Malah, beberapa kali, saat lembur hingga tengah malam, dia mengantarku pulang. Sayapun semakin simpati pada dirinya.
Hingga suatu malam, ketika Tiar mengantarku pulang, dia mengajakku makan nasi goreng terlebih dahulu di dekat tempat kerja yang menjadi langganan kami. Di sana, dia menyatakan jika dia menyukaiku. Alhamdulillah, ternyata gayung bersambut. Namun saya masih ragu apakah hubungan kami nantinya bisa direstui oleh keluarganya jika mengetahui latar belakangku.
Namun, Tiar meyakinkan dan memberi semangat untuk menjalani dulu hubungan tersebut. Hatiku berbunga-bunga. Ternyata, bisa membuka diri dan menjalin hubungan tanpa rasa takut dan malu dengan pria yang kucintai. Enam bulan berpacaran, saya pun dikenalkan dengan orang tuanya. Alhamdulillah, mereka menerima dengan baik kedatanganku. Namun, saya khawatir akan timbul penolakan jika kedua orang tuanya tahu latar belakangku. Ternyata, kekhawatiranku terbukti. Mereka menolakku mentah-mentah begitu tahu aku punya anak cacat akibat perkosaan yang kualami waktu masih duduk di bangku SMA. Dan Tiar tak bisa berbuat apa-apa. Dia lebih memilih untuk mengikuti keinginan orang tuanya. Hatiku hancur. Ingin rasanya untuk menghabisi hidupku. Dunia tidak pernah adil bagi diriku. Sejak saat itu, hatiku membeku. Kututup rapat-rapat bagi cinta yang ingin menghampiri. Saya tidak mau sakit berkali-kali. Hidupku pun kufokuskan untuk merubah hidup dan mengarahkan anakku menjadi anak mandiri. Dan alhamdulillah perlahan-lahan, Mutiara menjadi gadis yang baik hati. Kendati cara berpikirnya lamban namun dia mampu menghibur hatiku. Diapun kerap mencetak prestasi sebagai atlet di sekolahnya. Dia membuatku bangga. Saya berharap ke depan hidupnya semakin membaik, tidak lagi diliputi kesedihan. (rhm/cha/b)



×


Trauma Masa Lalu Bikin Aku Dingin dengan Pria

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar