MAKASSAR, BKM — Perkembangan ekspor Sulsel pada September 2015, mengalami penurunan jika dibandingkan Agustus 2015. Kalau pada Agustus nilai ekspor mencapai USD121,11 juta, maka pada September nilai ekspor Sulsel hanya senilai USD89,63 juta atau turun sekitar 25,99 persen.
Begitu pula untuk nilai ekspor selama periode Januari sampai September 2015, totalnya mencapai USD1.055,12 juta atau turun sebesar 19,07 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014 yang mencapai USD1.303,76 juta. Dari nilai ekspor tersebut, jumlah terbesar disumbangkan dari komoditas nikel dengan nilai sebesar USD31,60 juta atau 35,26 persen.
Untuk negara tujuan terbesar adalah Jepang dengan nilai USD36,44 juta atau 40,66 persen dari total nilai ekspor Sulsel. Sedangkan nilai impor Sulsel pada September mencapai USD740,97 juta. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 14,71 persen jika dibandingkan nilai impor pada Agustus 2015 dengan nilai USD71,28 juta.
Kepala Seksi Niaga dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, Arham, kepada wartawan di kantornya, Kamis (15/10), mengatakan, selama periode Januari sampai September 2015, nilai impor Sulsel mencapai USD740,96 juta atau naik sebesar 14,96 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2014.
Bahan bakar mineral merupakan komoditas dengan impor terbesar ke Sulsel pada September dengan nilai sebesar USD19,18 juta atau 23,45 persen dari total nilai impor Sulsel. Negara asal impor dengan nilai terbesar terbesar pada September tahun ini adalah Tiongkok dengan nilai USD31,71 juta atau 38,79 persen dari total nilai impor Sulsel.
Arham menjelaskan, ada beberapa hal besar komoditi impor yakni bahan bakar mineral, gandum, peternakan, dan nikel. ”Kalau ekspor dibulan September 2015 mengalami penurunan, dan impor di seluruh Indonesia hampir rata,” ungkap Arham saat melaksanakan video conference dengan BPS se Indonesia di aula kantor BPS Sulsel. (jun/mir/c)
Nilai Ekspor Sulsel Turun, Impor Naik
×

