MAKASSAR, BKM –Tim Unit Khusus Polsek Tallo meringkus sejumlah pelaku kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang diwaktu dan tempat terpisah.
Terbongkarnya sindikat curanmor berawal dari penangkapan salah seorang tersangka, Bustam alias Oca (31), warga Jalan Langgau. Bustam diamankan, saat unit khusus tengah menggelar operasi hunting. Petugas langsung menghentikan Bustam yang saat itu tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Mio karena menunjukkan gerak-gerik mencurigan.
Saat digeledah, petugas menemukan sarung badik serta kunci T yang disimpan tersangka dalam tas milikinya. Tersangka lansung digelandang ke Mapolsek Tallo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dihadapan petugas, Bustam mengaku sebagai pelaku pencurian disejumlah tempat. Bustam juga menyebutkan sejumlah nama rekan dan penada barang hasil kejahatannya. “Kalau motor yang saya curi pak, saya jual ke penadahku Yaisr,” kaunya.
Dari keterangan Bustam petugas kemudian mengejar Muh Yasir alias Ling (24) yang disebut sebagai penadah. Ling berhasil diringkus di rumahnya di Jalan Pettapunggawa. Di depan petugas, Ling mengaku sebagai penadah.”Ia pak saya beli dari Bustam,” ujar Ling di runag penyidik Polsek Tallo.
Tidak hanya menadah sepeda motor curian, Ling juga diduga terlibat jaringan peredaran narkoba jenis sabu. Hal tersebut didasari penemuan 9 sachet sabu di kediaman Ling. Sabu tersebut dikemas dalam kantong plastik senilai Rp150.000 per paket,15 plastik bening kosong , 1 dompet untuk simpan sabu, serta alat penakar sabu.
Selain sabu, petugas juga menyita, 2 unit sepeda motor merk Yamaha Vega warna Hitam dan Yamaha Mio Soul,1 lembar scaning STNK untuk sepeda motor Vega, 1 dompet kecil yang ditempati utk menyimpan Shabu, plastik dan pipet.
Kapolsek Tallo, AKP Henki Ismanto mengaku masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan tiga tersangka. Tidak hanya jaringan curanmor, Henki juga mengaku akan mendalami penemuan barang bukti sabu dari tangan salah satu tersangka penadah barang curian bernama Ling.
“Ini terus kita kembangkan. Ibarat satu kasus yang kita dalami ternyata berkembang menjadi dua kasus, karena satu diantaran yang kita amankan juga diduga sebagai kurir narkoba,” tegas Henki. (ish-ril/b)

