MAKASSAR, BKM–Sekitar 50 siswa perwakilan dari organisasi siswa intrasekolah (OSIS) SMA Negeri 5 Makassar melakukan aksi demo di Kantor Balai Kota, Jumat (23/10). Aksi ini mereka lakukan untuk menolak pencopotan kepala sekolah kesayangannya.
Kepala SMAN 5, Drs H Rahmat, M.Si, memang dikenal dekat dengan siswanya.
Ketua OSIS SMAN 5, Fita Rahma Sari, Kelas XI IPA menyatakan, aksi demonstrasi ini merupakan bentuk kekecewaan mereka atas pencopotan kepseknya.”Di masa kepemimpinan beliau, SMAN 5 berhasil menyabet banyak prestasi di tingkat kota, provinsi bahkan nasional,” ujar Fita.
Hal senada dikatakan pengurus OSIS lainnya, Nisa Yuda, Kelas XI IPS. Menurutnya, banyak siswa tidak setuju penggantian kepala sekolah ini.
“Banyak yang enggak setuju, soalnya kepsek kita baik dan banyak prestasi yang ditelorkannya,” ucap Nisa.
Selain aksi yang dilakukan siswa, tampak Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 5, Abdul Kadir bersama lima orang guru mendampingi siswa mendatangi Kantor Balai Kota.
Dalam aksinya mereka diterima Kepala Inspektorat, Zainal Ibrahim, Asisten I Bidang Pemerintahan, Muh Sabri, Kadis Pendidikan dan kebudayaan, Alimuddin Tarawe serta anggota DPRD Makassar dari Komisi D.
Kepala Ispektorat, Zainal Ibrahim membantah jika Kepsek SMA Negeri 5 dicopot. Rahmat, jelas Zainal, hanya diberhentikan sementara sampai hasil pemeriksaan inspektorat tuntas dan mendapatkan hasil yang jelas. Apalagi, laporan pungli yang dilakukan Rahmat masih sebatas dugaan.
Zainal menambahkan, kebijakan yang dikeluarkan wali kota hanya sebatas menstabilkan proses belajar mengajar di sekolah smapai hasil pemeriksaan dari inspektorat tuntas.
“Kita harap anak-anak ku sebagai orang cerdas kembali ke sekolah belajar dengan baik. Sampaikan ke seluruh siswa lainnya bahwa kepala sekolah “bukan di copot” tapi sesuai SK adalah pemberhentian sementara tidak ada yang di zalimi,” jelasnya.
Sementara itu, Asisten I, Muh Sabri mengaku bangga ke siswa-siswa SMAN 5 karena berani tampil membawakan aspirasinya, meski jalunya salah karena anak-anak sebaiknya belajar. Adapun jabatan adalah hal yang biasa, dan yang harus dijaga adalah kepercayaan masyarakat untuk mengawal proses belajar mengajar.
Hal senada diungkapkan Kadisdikbud Makassar Alimuddin Taware. Ia berharap anak-anak jangan membuang waktu untuk melakukan aksi demo. Kalau ada yang salah didalamnya akan diperbaiki dan anak-anak kembali sekolah dan jaga nama baik sekolah.
“Pak Rahmat untuk sementara ditempatkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas Alimuddin.Terpisah, Rahmat yang dihubungi BKM menegaskan, orasi yang dilakukan siswa ke Balai Kota di luar dari sepengetahuannya.”Lilahi Taala saya menerima pemberhentian ini dengan sepenuh hati, karena jabatan sifatnya sementara. Pak wali kota yang punya hak dan kewenangan,” jelasnya.(ros-arf/war/c)
Siswa SMAN 5 Tolak Kepseknya Dicopot
×

