pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sulbar Kehilangan Capaian Pertanian Rp50 M

MAMUJU, BKM — Musim kemarau yang panjang akan mengakibatkan berkurangnya jumlah panenan padi pada tahun 2015 ini. Hal ini pun diakui Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, ketika ditemui BKM di ruang kerjanya baru-baru ini. Anwar mengatakan, sebelumnya ia memang telah menargetkan pencapaian hasil pangan pada tahun 2015 sebesar 546.000 ton.
Namun target ini diprediksikan meleset jauh lantaran musim kemarau yang berkepanjangan. Sehingga banyak sawah petani mengalami gagal panen. Kalau pun sempat panen, jumlah produksinya terbilang sedikit. ”Pada seluruh sektor pertanian pangan pada areal persawahan itu, setelah pada pertengahan usai penanaman, muncullah kemarau panjang. Sehingga banyak areal persawahan gagal panen. Itu semua diakibatkan sulitnya mendapatkan air,” paparnya.
Dengan melihat kondisi yang ada sekarang, tambah mantan legislator Senayan ini, maka capaian panen diperkirakan turun antara 10 sampai 15 persen dari target 546.000 ton. ”’Ini semua terjadi karena masalah penanganan air. Ditambah lagi kemarau panjang yang melanda pertanian di Sulbar. Bahkan juga ada beberapa areal persawahan yang ada di Sulbar merupakan sawah tadah hujan. Sehingga banyak sawah yang gagal panen akibat kekeringan melanda areal persawahan di wilayah Sulbar,” ujarnya.
Gubernur Sulbar dua periode ini menambahkan, areal persawahan di Sulbar yang mengalami kerusakan pada tanaman padi di wilayah Sulbar sekitar 2.000 hektare. Kalau dihitung-hitung dengan rupiah, maka petani di Sulbar kehilangan pendapatan sekitar Rp50 miliar. Untuk menyelamatkan areal persawahan di Sulbar dari kekeringan, maka pihaknya mengambil langkah penyelamatan.
Yakni dengan membagikan pompa air untuk mengairi sawah yang terancam kekeringan. Juga melakukan penggalian sumur di wilayah titik areal persawahan yang mengalami kekeringan. Dengan langkah seperti ini yang dilakukan, ternyata cukup jitu untuk menyelamatkan ratusan hektare areal persawahan dari gagal panen.
”Dengan melihat kondisi seperti sekarang, tentunya kami akan lebih memaksimalkan program ini. Jadi ketika ada ancaman kekeringan maka harus ditangani secara cepat dan tepat sesuai program yang telah dilakukan baru-baru ini. Termasuk masalah peningkatan irigasi serta membuat sumur-sumur di wilayah persawahan dan juga pompanisasi. Kalau ini kami lakukan, maka kalau ada nantinya masalah kekeringan, sekiranya mampu teratasi dengan cepat,” tegas Anwar. (ala/mir/c)



×


Sulbar Kehilangan Capaian Pertanian Rp50 M

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar