MAKASSAR, BKM — Pada akhir Maret 2015 lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan program keuangan Laku Pandai atau layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif. Dengan program Laku Pandai ini, seluruh masyarakat baik yang bermukim di perkotaan hingga di pelosok desa, bisa memanfaatkan jasa perbankan, seperti menabung, menarik, dan mentransfer.
Hal tersebut diungkapkan Bambang Kiswono, Kepala Regional 6 Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi, Maluku, dan Papua, dalam acara diskusi bertema Laku Pandai, Akses Keuangan untuk Semua yang digelar PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk di Kafe Pelangi, Jumat (30/10). Diskusi ini digelar disepuluh kota di Indonesia, di antaranya, Malang, Surabaya, Palembang, Bali, Manado Padang, Aceh, dan Makassar.
Bambang mengungkapkan, tidak semua perbankan yang kini beroperasi di Indonesia bisa ikut dalam program Laku Pandai ini. Karena ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi bank tersebut. Jika ada salah satu di antara persyaratan itu tidak terpenuhi, maka bank itu dipandang belum layak untuk menjalankan program Laku Pandai.
”Saat ini ada sekitar sepuluhan perbankan salah satunya adalah Bank BTPN yang lolos verifikasi untuk menjalankan program Laku Pandai,” kata Bambang seraya menambahkan, program Laku Pandai ini lebih difokuskan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Sementara itu, Senior Vice President Sales Management Head Bank BTPN, Mohammad Reza Rizal, mengungkapkan, dalam menjawab inovasi Laku Pandai, BTPN mengagas BTPN Wow!. BTPN Wow! lahir dari proses panjang yang diawali dengan menjadi bagian dalam ujicoba branchless banking yang digagas Bank Indonesia (BI) pada 2013.
Hal ini merupakan langkah yang sangat penting. Karena dalam proses tersebut, BTPN melihat secara langsung tingginya kebutuhan dan antusiasme masyarakat untuk menabung di bank. ”Laku Pandai merupakan konsep revolusioner yang akan mengubah peta perilaku masyarakat Indonesia dalam berbank. Merupakan suatu kebanggaan bagi BTPN yang dipercaya menjadi salah satu pionir dalam inisiatif ini. Fokus BTPN dalam menggarap pasar masyarakat berpenghasilan rendah serta pelaku UMKM, kami yakini menjadi salah satu keunggulan BTPN dalam implementasi Laku Pandai,” tutur Reza Rizal.
Dengan hadirnya BTPN Wow! kini masyarakat bisa menikmati berbagai layanan perbankan seperti pembukaan rekening, tarik dan setor uang melalui agen bank dengan biaya sangat murah. Teknologi yang digunakan juga disesuaikan dengan target nasabahnya, yaitu menggunakan USSD atau Unstructured Supplementary Services Data.
Teknologi ini memungkinkan segala jenis telepon genggam berbasis GSM (tidak harus smartphone) untuk bertransaksi, bahkan dengan sinyal minimum. Dalam kesempatan tersebut, Reza menambahkan, target nasabah BTPN Wow! Adalah masyarakat yang belum pernah memiliki rekening bank, tetapi mereka sudah terbiasa menggunakan telepon seluler serta mengisi pulsa. Dengan begitu, bagi mereka bertransaksi menggunakan ponsel bukan hal yang terlalu rumit.
”Agen dapat berbentuk badan hukum maupun individual yang diseleksi berdasarkan kriteria tertentu seperti rekam jejak berbisnis, reputasi, lokasi, maupun kemampuan dan pengetahuan dari calon agen. Dengan dukungan semua pihak, kami berharap Laku Pandai dan BTPN Wow! dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat, sekaligus mewujudkan keuangan yang inklusif di Indonesia,” ujar Reza.
Khusus di Sulawesi, tambah Reza, perekrutan dan pembentukan agen Laku Pandai akan dimulai pada awal tahun 2016. Sebagai tahap awal, agen Laku Pandai akan dibentuk di ibukota kabupaten maupun kota. Selanjutnya, akan menyasar ke daerah pinggirannya. Dalam perekrutan dan agen ini secara hati-hati dan selektif. Karena ketika satu agen bermasalah, maka akibatnya akan dirasakan bank-bank penyelenggara Laku Pandai.
”Kami belum ada target berapa jumlah agen yang akan dibentuk. Tapi untuk tahap awal, kami akan fokus membentuk agen di ibukota kabupaten maupun kota,” kata Reza. (mir)
BTPN Respon Program Laku Pandai
×

