MAKASSAR, BKM — Lantaran tidak terima handphone (HP) dirampas dua pembegal, Nurqalby (15), seorang gadis anak baru gede (ABG) nekat melawan. Gadis ini berhasil menjatuhkan seorang begal saat hendak melarikan diri usai merampas HP-nya di Kompleks Hadji Kalla, Jalan Baiturrahman, Panakkukang, Makassar, Senin (2/11) sore.
Aksi heroik Nurqalby ternyata membuah hasil. Pendi (19), salah satu pembegal terjatuh dari motornya setelah ditarik bajunya oleh Nurqalby. Sementara rekannya, Andi Hery berhasil meloloskan diri.
Tak menyia-nyiakan kondisi tersebut, Nurqalby lalu berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berhamburan. Warga pun mengeroyok dan menangkap Pendi. Mendengar peristiwa ini, aparat Polsek Panakkukang langsung turun ke lokasi. Polisi langsung mengamankan pemuda asal Pampang ini.
Dari pengakuan Pendi, polisi pun melacak keberadaan Andi Hery, rekan Pendi yang ikut melakukan aksi begal. Tidak terlalu lama, polisi berhasil menciduk Hery.
Aparat Polsek Panakkukang lalu meminta keduanya menunjukkan penyimpangan barang bukti hasil kejahatan mereka, Selasa (3/11) dini hari. Namun, saat itu, keduanya berusaha melarikan diri. Polisi pun tak segan menembak keduanya setelah sebelumnya memberikan tembakan peringatan.
Menurut pengakuan Nurqalby, sore itu ia melintas di Jalan Baiturrahman. Tiba-tiba keduanya yang berboncengan menggunakan motor Honda Beat DD 4339 VY mencegatnya.
Pelaku mengancam korban dengan menggunakan sebilah parang. Melihat korban ciut nyali, pelaku merampas HP merk Iphone milik Nurqalbi.
Sementara itu, Pendi di depan polisi mengakui perbuatannya. “Iye pak, saya pelaku begal dan saya sudah beberapa kali beraksi di Makassar. Saya selalu beraksi sama Hery,”ungkap Pendi.
Menurut Pendi, dia pernah melakukan aksi begal di Jalan Masjid Baiturrahman Kompleks H Kalla dan Jalan Racing Centre. Di tempat itu, dia sempat membacok korbannya karena melawan.
Kepala Kepolisian Sektor Panakkukang, Kompol Woro Susilo mengatakan, pelaku telah diamankan tim Unit Khusus. Hery yang sempat melarikan dirinya juga berhasil diringkus.
“Dari hasil pengembangan, Hery rekan Pendy berhasil ditangkap. Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka pernah melakukan aksi begal sebanyak tujuh kali di wilayah Panakkukang,” kata Woro.
Polisi lalu membawa Pendi dan Hery untuk menunjukkan tempat penyimpangan barang bukti hasil kejahatan. Namun di perjalanan, keduanya melawan petugas dan mencoba melarikan diri. Polisi melepaskan tiga kali tembakan ke udara namun tidak digubris. Dengan terpaksa kaki Pendi dan Andi Hery diberi sebutir timah panas. Usai menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara, kedua tersangka dijebloskan ke dalam bui.
“Tersangka melawan dan berusaha kabur. Sudah diberi tembakan peringatan namun keduanya tetap nekat.Dengan terpaksa kedua tersangka kami lumpuhkan,” katanya. (ish/cha/b)
Nekat Melawan, Gadis ABG Jatuhkan Begal
×

