pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Warga Gellenge Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

SOPPENG, BKM — Sikap gotong royong masih terpelihara dengan baik di tengah warga Gellenge, Dusun Mattirobulu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Budaya turun temurun dari nenek moyang ini mereka praktikkan dalam perbaikan jembatan yang sudah rusak dan rapuh di kampungnya.
Puluhan warga yang didominasi para orang tua terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mereka melengkapi diri dengan peralatan bertukang saat memperbaiki jembatan.
Seorang warga setempat, Rusnang menuturkan, perbaikan jembatan rusak ini dilakukan secara gotong royong, karena tidak adanya perhatian dari pemerintah setempat.
”Kita sudah beberapa kali usulkan di Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) agar jembatan ini diperbaiki. Namun sampai saat ini belum ada tindaklanjutnya,” ujar Rusnang, kemarin.
Tidak ingin ada yang menjadi korban saat melintas di jembatan ini, akhirnya warga melakukan perbaikan dengan swadaya dan memakai alat seadanya. Apalagi jembatan ini merupakan akses satu-satunya masyarakat setempat untuk menjual hasil pertaniannya ke ibukota kecamatan.
Lababu, Ketua RK Gellenge menjelaskan, jembatan ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada tahun 1986. ”Jembatan ini sudah cukup lama usianya. Sudah tiga kali kita memperbaikinya dengan menggunakan anggaran murni dari masyarakat Gellenge tanpa bantuan dari pemerintah. Semuanya swadaya,” kata Lababu.
Terpisah, Kepala Desa Bulue Abdul Majid membenarkan jika perbaikan jembatan di Gellenge sudah sering diusulkan di Musrembangdes. Namun karena keterbatasan anggaran, usulan tersebut tidak bisa terealisasi hingga saat ini.
”Di Musrembang itu kita lihat skala proritas. Jadi kita lihat yang mana paling mendesak, maka itu yang dahulukan kita bangun,” ujar Majid.
Masjid berdalih, di Desa Bulue ada lima daerah terpencil, yakni Wawo Galunge, Kajuara, Datae, Gellenge dan Poro. Untuk itu, anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) dimanfaatkan secara bergiliran.
”Saya selaku pemerintah desa sangat mengapresiasi apa yang dilakukan masyarakat saya di Gellenge dengan menghidupkan yang namanya gotong royong. Dengan Undang-undang Otonomi Desa, Insya Allah ke depan tidak ada lagi daerah terpencil yang tidak kebagian anggaran,” kuncinya. (ono/rus/b)



×


Warga Gellenge Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar