BULUKUMBA, BKM — Kabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Sulsel yang banyak diminati, baik masyarakat lokal maupun mancanegara. Namun, seiring dengan perkembangan sektor pariwisata di daerah ini, ada dampak lain yang timbul.
Salah satunya penyebaran penyakit HIV/AIDS. Angka penderita penyakit mematikan ini terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulsel, dalam kurun waktu 10 bulan di tahun 2015, tercatat ada 113 kasus HIV/AIDS ditemukan di Butta Panrita Lopi. Jika dirata-ratakan, berarti dalam sebulan terdapat 11 warga yang terinfeksi virus HIV/AIDS. Kasus ini sebagian ditemukan di Bira, salah satu obyek wisata pantai yang terkenal di Bulukumba.
Menyikapi hal itu, KPA Sulsel bekerja sama Pemkab Bulukumba menggelar pelatihan di Ruang Pola Kantor Bupati, Selasa (3/11). Kegiatan ini diikuti 50 orang dai, para kepala KUA (Kantor Urusan Agama) dan tokoh masyarakat. Para peserta pelatihan ini diharapkan menjadi pioner pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus HIV/AIDS di daerah ini.
Koordinator KPA Sulsel Dr Arlin Adam meminta kepada para peserta pelatihan agar menjadi corong atau pionir di tengah masyarakat, menyampaikan bahaya penyakit HIV/AIDS. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menyampaikan melalui ceramah agama agar penyakit mematikan ini tidak menyebar melalui hubungan seks bebas ataupun jarum suntik.
”Terus terang, kami sangat prihatin melihat angka pengidap HIV/AIDS yang setiap tahun mengalami peningkatan. Karena itu, kami dari KPA Sulsel mengajak para dai untuk bersama-sama berperan aktif bagaimana agar kasus HIV AIDS ini tidak terus meningkat,” kata Arlin.
KPA, menurut Arlin, terpanggil untuk berbagi pengetahuan tentang bagaimana agar penyakit ini tidak menyebar. ”Mari kita bersama mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terlibat dalam seks bebas dan penggunaan jarum suntik secara bebas. Jika memungkinkan, kita putus mata rantainya,’’ ujarnya. (edy/rus/b)
Tiap Bulan, 11 Warga Terjangkit HIV/AIDS
×

