MAROS, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros melalui Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas) mengutus 22 orang pemuda untuk mengikuti program bela negara. 22 pemuda ini berangkat pekan lalu dan akan menjalani pelatihan selama sebulan penuh.
Program dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) ini berlangsung di Asrama Haji Sudiang. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Andi Dainuri.
Dari 22 peserta bela negara ini, 5 diantaranya adalah perempuan. Peserta berasal dari organisasi pramuka, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan unsur organisasi kepemudaan lainnya.
“Yang ikut untuk angkatan pertama ini ada dari Pramuka dan unsur organisasi lainnya. Memang untuk syarat mengikuti program bela negara ini bisa dari lignkungan aparatur atau PNS, pemukiman atau pemuda, tokoh masyarakat dan dari lingkup pendidikan,” ujarnya.
Awalnya, kata Andi Dainuri, program bela negara kurang peminat, bahkan pihaknya agak kesulitan mencari peserta dan memenuhi kuota yang disediakan. Namun, setelah kuota terpenuhi dan peserta berangkat baru banyak yang mendaftar.
Andi 0menyebut, meski programnya bernama bela negara, namun pelatihan ini tidak bersifat semi militer.
“Mungkin banyak yang mengira program ini bersifat semi militer sehingga kurang peminat karena memang sebelumnya beredar informasi kalau program ini ala-ala militer padahal pelatihannya berlangsung di Asrama Haji Sudiang dan bukan semi militer. Peserta belajar tentang wawasan kebangsaan kalau materi fisik mungkin hanya latihan baris berbaris,” bebernya.
Dia berharap, untuk angkatan selanjutnya makin banyak pemuda yang berminat dan mengikuti program bela negara ini untuk meningkatkan nasionalisme dan wawasan berbangsa dan bernegara. (ari-ril/c)
22 Pemuda Ikut Program Bela Negara
×

