JENEPONTO, BKM — Penggerebekan sejumlah legislator Jeneponto di Hotel West Bern di Jalan Botolempangan, Makassar, Jumat (30/11) oleh pihak Resmob Polrestabes Makassar menuai protes dewan.
Mereka mensinyalir, penggerebekan tersebut telah direncanakan sebelumnya, alias di setting. Hal itu disampaikan, Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Jeneponto, Andi Mappatunru, Kamis (5/11).
Mappatunru mengaku, jika penangkapan tiga orang koleganya bermula dari kedatangan seorang yang mengaku sebagai mucikari Pekerja Seks Komersil (PSK). Saat itu Mappatunrur dan rekan-rekannya yang tengah berada di hotel ditawari menggunakan jasa PSK. Namun dirinya menolak. Agar tidak menimbulkan ketersinggungan, Mappatunru kemudian memberikan uang Rp100 ribu.
“Memang ada yang datang menawari kami perempuan begituan. Tapi saya sama teman-teman menolak. Karena tidak enak saya kemudian kasi uang taxi Rp100 ribu. Tak lama langsung datang polisi. Untuk waktu itu saya sudah tidak ada di hotel,” kata Mappatunru.
Menurutnya, penggerebekan yang dilakukan pihak kepolisian harusnya mengedepankan informasi yang akurat. Jika penggerebekan dilakukan dalam rangka pencegahaan penyalahgunaan narkoba, maka, lanjutnya, petugas sedianya melakukan pembuktian.
“Laporan masyarakat yang masuk ke polisi belum tentu A1. Kalau sudah ada indikasi mereka menggunakan narkoba, baru dilakukan penggerebekan. Kami dan teman-teman yang diamankan berada di hotel untuk kegiatan dinas. Bukan menggunakan narkoba,” ujar Mappatunru.
Meski demikian, Mappatunru tak menampik dalam penggerebekan itu, ditemukan sejumlah barang bukti berupa botol bir dan kartu domino di kamar 819 yang di tempati tiga legislator, termasuk dirinya. Selain itu, barang bukti tersebut, menurut Mappatunru, tidak dapat dijadikan dasar dilakukannya penggerebekan.
“Masa hanya karena kaleng bir dengan kartu domino saja bisa mengerahkan polisi yang begitu banyak. Ini sangat dramatis sampai diberitakan media, seolah-olah kasus ini kasus besar,” tandasnya.
Sekedar diketahui, dalam penggerebekan itu, tiga oknum anggota DPRD Jeneponto dimankan. Ketiganya masing-masing, IL, ST dan AS. Selain tiga legislator, polisi juga mengamankan seorang PNS, Sj, seorang oknum polisi serta dan seorang sopri AW.
Senada dengan Mappatunru, Ketua DPRD Jeneponto, Muh Kasmin juga menyayangkan aksi penggerebekan petugas Polrestabes Makassar. Menurutnya, hasil tes urine ketiga legislator sejauh ini juga negatif dari penggunaan narkoba.
“Hanya mendapati botol bir yang sudah kering dan kartu domino kemudian dilakukan penggerebekan besar-besaran tentu kita sayangkan. Apalagi tak satupun dari yang diamankan positif menggunakan narkoba,” katanya. (krk-ril/b)
Dewan Mengaku Dijebak
×

