pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Lima Lurah Perlihatkan Keunggulan Lorong

MAKASSAR, BKM — Lima lurah finalis Lurah Penggerak Makassar Majukan Lorong (Majurong) memperlihatkan keunggulan-keunggulan lorong andalannya saat tim juri Majurong turun menilai, Jumat (6/11). Para lurah dan warga pun sangat antusias dan optimistis wilayahnya menjadi juara pada lomba yang digelar Berita Kota Makassar bekerja sama dengan Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar ini.
Tim juri yang terdiri dari M Iskandar (Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar), Muh Yusuf (Direktur Utama LBB Gadjahmada dan Muh Arsan Fitri (Pemimpin Redaksi Berita Kota Makassar) turun menilai lokasi Majurong dari pagi hingga sore. Lorong pertama yang didatangi adalah lorong yang terletak di RT 6, RW 4 Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo. Lorong yang lokasinya tidak jauh dari jalan Tol Reformasi ini tak begitu kelihatan dari jalan protokol.
Untuk sampai ke lorong ini, tim harus masuk sekitar 300 meter. Dari ujung lorong yang lebarnya hanya sekitar 2 meter ini, tim sudah disambut dengan warna hijau dan orange. Di dinding-dinding rumah warga diletakkan pot plastik yang ditanami bunga dan sayuran.
“Lorong ini dibenahi atas swadaya masyarakat. Saya sebagai lurah selalu turun memotivasi warga untuk membenahi lorong ini,” kata Lurah Buloa, Iraman yang menyambut tim juri dan memperlihatkan lorong andalannya.
Lorong ini berkelok-kelok. Sekitar lima meter, kita harus belok kanan. Setelah itu belok kiri lalu belok ke kanan lagi.
Saat tim juri menilai lorong, sejumlah warga berdatangan. Mereka menyampaikan suka duka membenahi lorong mereka. “Barusan di sini yang dibenahi kalau yang lain belum,” kata seorang warga antusias.
Setengah jam berada di lorong ini, tim lalu melanjutkan perjalanan ke kampung nelayan Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya. Perjalanan tim sempat terhadang macet panjang di inspeksi jalan tol. Deretan truk kontainer membuat perlambatan di jalan ini.
Belok kiri ke Jalan Salodong, tim lalu memasuki kampung nelayan. Kondisi jalan di lokasi ini mengalami kerusakan. Satu sisi telah di beton, sementara sisi satunya masih pengerasan. Jalanan rusak diperkirakan sekitar 2 km.
Tiba di kantor Kelurahan Untia, tim juri langsung disambut Lurah Untia, Andi Patiroy bersama staf. Lurah Untia langsung mengarahkan tim juri pada lorong Majurong. Lorong di kelurahan ini cukup tertata. Di sisi kiri dan kanan terdapat pot bunga. Pagar rumah penduduk dicat dengan warga biru putih.
“Masyarakat di sini tidak ada yang malas kerja bakti. Kalau diajak semuanya langsung turun,” kata Jamrud, salah seorang staf Kelurahan Untia yang aktif mengorganisir warganya.
Lurah Untia juga memperlihatkan kepada tim juri bagaimana kelurahan memberdayakan warga melalui jasa pengupasan biji mente. “Biji mente ini didatangkan dari pabrik. Warga hanya mengupasnya. Nanti pihak pabrik kembali mengambil jambu mente dan dihargai Rp2.000 per kilogram,” kata Andi Patiroy.
Dari Kelurahan Untia, tim lalu bergerak ke Perumahan Mangga Tiga, Kelurahan Paccerakang, Kecamatan Biringkanaya. Lurah Paccerakang, Ekayani Pratiwi telah menyambut tim sejak dari jalan utama. Ekayani lalu mengantar tim juri masuk ke dalam lorong yang terletak di sisi kiri dari arah jalan masuk. Lorong ini dari depan kelihatan sangat indah. Memasuki pintu gerbang, tim langsung disuguhkan dengan pemandangan asri di sisi kiri dan kanan.
Dari sini lalu tim menuju lapangan yang luasnya sekitar 20 x 20 meter. Di lapangan ini terdapat lapangan bulutangkis dan poskamling. Di dalam poskamling juga dipamerkan hasil kerajinan tangan warganya yang dibuat dari barang bekas. Ada yang dibuat jadi sandal, songkok dan tas.
“Inilah cara kami menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi. Kami melakukan pendekatan sentuhan hati. Mereka sadar sendiri menjaga kebersihan lingkungannya. Bahkan mereka bangga karena mereka menjadi contoh untuk RT yang lain,” kata Ekayani.
Selain memperlihatkan lorongnya, Ekayani juga memperlihatkan sistem pengolahan sampah yang terintegrasi. Dimana, sampah-sampah yang dikumpul dari rumah warga lalu dibawa ke pengolahan sampah yang terletak di kompleks Badan Kepegawaian Nasional Regional Sulawesi. Ekayani juga memperlihatkan Terminal Sampah yang ia bangun di ujung Jalan Paccerakang.
Setelah cukup lama mengeksplor keunggulan Paccerakang, tim juri menuju ke Lorong 52A Jalan Sungai Limboto, Kelurahan Pisang Selatan, Kecamatan Ujungpandang. Jarak dari Paccerakang hingga Pisang Selatan sekitar 15 km.
Saat tiba di Lorong 52A, tim juri disambut Lurah Pisang Selatan, A Rina Pallawagau. Setelah menilai lorong ini, tim lalu bergerak ke Bank Sampah Audy milik Pisang Selatan.
“Bank sampah di sini baru berdiri beberapa bulan. Tapi volume sampah yang dikelola sudah sangat banyak,” kata Taufik, pengelola Bank Sampah Audy. Di depan dan sisi kiri bank sampah ditanami sayur-sayuran dan tanaman hias. “Kami sudah beberapa kali panen kangkung, bayam dan cabai,” kata Taufik.
Perjalanan tim juri akhirnya berakhir di Kelurahan Tanjung Merdeka. Tim juri tiba di kelurahan ini pukul 15.40 Wita. Tim disambut Lurah Tanjung Merdeka, Jamaluddin. Di Lorong 123, tim meninjau Bank Sampah Tanjung Bayang.
Jamaluddin juga memperlihatkan beberapa lorong lain yang telah ia benahi. Termasuk IPAL komunal yang baru saja dibangun di sisi jembatan Barombong.
“Semua lurah sangat luar biasa. Dari lima lurah yang kita datangi, semuanya bagus-bagus,” kata salah satu tim juri, Muh Yusuf.
Hal ini juga dibenarkan juri yang lain, M Iskandar dan Muh Arsan Fitri. “Kita akan kesulitan untuk menentukan pemenang. Yang memiliki konsep visioner dalam mengelola lingkungan. Lingkungan yang baik, bersih, indah dan partisipasi masyarakat yang tinggi akan menjadi kunci pemenangnya,” kata Arsan. (rhm/b)

BKM/CHAIRIL LORONG MAJURONG - Inilah lima lorong Majurong yang turun dinilai oleh tim juri dalam rangka penentuan juara Lurah Penggerak Majurong.



×


Lima Lurah Perlihatkan Keunggulan Lorong

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar