PANGKEP, BKM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan mengembangkan agribisnis tanaman hortikultura yang lokasinya di Desa Bara Baru, Kecamatan Labakkang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Pangkep, Sriwati M menjelaskan, terdapat enam komoditi unggulan hortikultura yang menjadi fokus di lokasi Bara Batu, yaitu, Cabe,
Tomat, Sawi, Kangkung, Bayam, dan Kacang Panjang. Agribisnis yang sudah berjalan selama setahun ini menggunakan lahan seluar 60 are.
“Keenam komoditi tersebut, sangat produktif untuk di tanam dan dikembangkan dalam
agribisnis, apalagi sekarang kebutuhan konsumsi masyarakat terus bertambah dan harga jualnya makin tinggi, seperti halnya cabe dan tomat,” kata Sriwati.
Ia juga mengatakan, Lokasi Bara Batu tidak hanya jadi percontohan lahan produktif
tanaman hortikultura, namun juga menjadi lokasi peternakan kambing dan sapi.
“Lokasi tersebut juga dijadikan sebagai kunjungan wisata agribisnis dan pembinaan
kelompoktani yang ada di Pangkep,” jelasnya.
Kepala Seksi Rehabilitasi lahan Hortikultura, Karya Djusaib, S.P, mengatakan, tahun depan sayuran organic akan masuk dalam pasar modern, melalui mitra kerja CV Anugrah, hasil panen sayuran masyarakat langsung dibeli secara tunai.
“Masyarakat yang memiliki lahan pekarangan rumah, sangat potensi untuk ditamani sayuran organic, bukan lagi sebagai konsumsi pribadi tapi dijadikan sebagai tambahan penghasilan
keluarga, mumpung sudah ada mitra kerja yang siap membeli hasil panen secara
tunai,” terang Karya.
Selain itu, untuk tahun 2016, akan dihadirkan sumber air untuk memenuhi kebutuhan 2 hektar lahan di Desa Bara Batu. Saat ini, lahan yang dimanfaatkan seluas 60 hektar
tanaman hortikultura, itu arna masih minimnya sumber air.
“Saya yakin kalau sumber air sudah banyak. Produksi sayur organic akan meningkat,” paparnya. (leo-ril/c).
Labakkang Pusat Agribisnis Hortikultura
×

