MAKASSAR,BKM — Dua Anak Baru Gede (ABG), M Yahya Saputra (17), warga Jalan Cilallang dan Joni (15) warga Jalan Andi Tonro diketahui telah menjadi otak pada sembilan aksi pencurian di wilayah Kecamatan Rappocini, Makassar. Keduanya telah meringkus di sel Mapolsek Rappocini, Selasa (17/11).
Sebelumnya, Yahya dan Joni dibekuk polisi di dua lokasi berbeda. Tim Unit Khusus Polsek Rappocini yang dipimpin Ipda Nurtahana lebih dulu meringkus Yahya di Jalan Rappocini, Senin (16/11) malam.
Saat digelandang ke kantor polisi, Yahya menyebut nama rekan-rekannya yang ikut terlibat melakukan aksi begal. “Kami melakukan aksi secara berkelompok Pak,” ungkap Yahya.
Atas pengakuan Yahya, polisi dengan cepat bergerak ke Jalan Andi Tonro untuk meringkus Joni. Belasan polisi terpaksa memblokade lorong untuk menghindari tersangka melarikan diri. Joni yang kesehariannya bekerja sebagai sopir akhirnya berhasil dibekuk.
Ratusan warga yang melihat kehadiran polisi sempat dibuat terkejut. Setelah menerima penjelasan, mereka pun mempersilakan polisi menggerebek tempat mangkal Joni.
Di depan polisi, Joni mengaku selalu melakukan aksi begal bersama Yahya. Hasil kejahatan mereka jual kepada tiga penadah.
“Samaka’ Yahya selalu melakukan aksi begal di beberapa lokasi di Makassar. Seingat saya, sembilan kali kami beraksi,” ungkap Joni.
Joni menyebut empat nama tempat dia menjual barang curian. Mereka masing-masing bernama Ruslan Daeng, Siriwa (24) dan M Fiklin Lamasila alias Fiko(18), mahasiswa dan Muhammad Hadi Munawir alias Nawir (31). Dari nyanyian Joni dan Yahya, petugas kembali melakukan pengembangan dengan mengejar para penadah tersebut. Tiga dari empat nama yang disebut berhasil diamankan bersama barang bukti berupa dua Televisi LCD.
Kepala Kepolisian Sektor Rappocini, AKP Muari mengatakan, dua tersangka begal bersama tiga penadahnya berhasil diamankan. Kedua tersangka mengaku hasil lokasi aksi serta barang bukti hasil kejahatannya. “Kami amankan kedua tersangka berdasarkan LP yang kami terima dari beberapa korban. Tersangka bersama penadah barang curiaan telah kami amankan.
“Kami masih melakukan pemeriksaan kepada para tersangka dan diduga kuat tersangka masih punya kelompok lainnya dalam melakukan aksinya,” tukasnya. (ish/cha/b)

