JENEPONTO BKM — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jeneponto menggelar workshop dengan tema “Penguatan Lembaga Perempuan Lintas Agama.
Workshop dihadiri angota Persit Kodim 1425 Jeneponto, Persit Bhayangkari Polres Jeneponto,utusan Penggerak PKK, Dharma Wanita, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) dan sejumlah organisasi perempuan dan LSM berlangsung selama dua hari, mulai Jumat hingga Sabtu (11-12/12) di Hotel Sari Kalukuang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu.
Sekretaris Badan Kesbangpol Jeneponto,Ali Akbar dalam workshop menjelaksan, perempuan adalah pilar negara dan ujung tombak pembinaan mental dan pendidikan anak Bangsa. Untuk itu, perempuan harus diberi pelatiahn sebagai pengembangan wawasan. Tidak hanya sebagai agen pembentuk karakter positif generasi muda, namun juga menghindari tindak kekeresan dalam rumah tangga (KDRT).
“Makanya harus dibekali pemahaman tentang agama dalam bingkai berbangsa dan bernegara,” jelas Ali Akbar dihdapan ratusan peserta workshop.
Ali Akbar menambahkan, organisasi perempuan sejuah ini sudah banyak mengambil bagian dalam roda pemerintahan dan pembangunan. Peran perempuan di Indonesia, kata dia tidak bisa diragukan lagi.
“Ini bisa kita buktikan dengan sosok perempuan yang pernah menjabat sebagai presiden (Megawati Soekarno Poetri. red), serta masih banyak pemimpin perempuan lain baik di dalam maupun di luar negeri,” pungkasnya.
Ali Akbar berharap, melalui workshop yang digelar, seluruh peserta dapat mencermati dan memperhatikan materi yang disampaikan para nara sumber agar nantinya dapat di aplikasikan dengan baik bagi diri pribadi, lingkungan keluarga maupun organisasi,” harap Ali Akbar.
Sementara, Ketua FKUB Cabang Jeneponto, Malikul Hakkul Mubin, dalam uraiannya menjelaskan, perempuan memiliki peranan yang sangat besar dalam pembangunan sosial masyarakat, khususnya di Jeneponto.
“Sangat diharapkan kepada seluruh kaum perempuan untuk memberi peran yang lebih besar dalam upaya membangun daerah dan membangun bangsa dan negara di Indonesia,”katanya
Dia juga berharap agar pemerintah dapat mewadahi kaum perempuan sehingga tidak terjadi tindak diskriminasi, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak kriminal lainya. “Olehnya itu, kami berharap para perempuan yang menjadi peserta dalam workshop ini agar lebih menguatkan wawasannya, dengan tidak menghilangkan pendekatan budaya dan kearifan lokal Jeneponto seperti Abulo Sibatang, Accera Sitongka Tongka,” tutur Malikul Haqqulmubin.
Di tempat yang sama, Sekretaris Kemang Jeneponto, Pattawari mengatakan, kegiatan pelatihan seperti ini penting digelar, agar seluruh komponen masyarakat, khususnya lembaga perempuan bisa bersinergi dalam keragamaan beragama berbangsa dan bernegara.
“Jadi sangat tepat bila dikatakan bahwa perempuan merupakan kunci sukses dalam hal pendidik anak dan agama, karena perempuanlah yang paling banyak waktunya untuk mengasuh sang anak,” kunci Pattawari. (krk-ril/c)
Perempuan Dibekali Pembinaan Mental Anak
×

