PANGKAJENE KEPULAUAN, BKM–Kabupaten Pangkep hampir tiap hari diselimuti aksi protes yang dilakukan masyarakat yang tidak puas dengan kinerja penyelenggara yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Paniti Pengawas Pemilu (Panwaslu).
Kini Gedung KPU Pangkep kembali dikepung ratusan massa dari berbagai elemen dan aliansi masyarakat, Kamis (17/12).
Massa yang diperkirakan berasal dari 13 kecamatan meminta agar KPU untuk meneliti dan memandang dengan hati nurani, bahwa masih banyak kecurangan yang terjadi tanpa penanganan di setiap kecamatan. “Coba perhatikan dengan teliti, pake hati nurani begitu banyak kecurangan. Hari ini kami membawa 6 bukti kecurangan ke KPU,”ujar koordinator aksi, Syawir Yasin kemarin.
Dia menambahkan, masyarakat sangat menginginkan kejujuran dan keadilan. Masyarakat membawa 8 tuntunan kepada KPU atas terjadinya penggelembungan suara di Kecamatan Labbakang, Sigeri, Mandalle, Pangkajene. “Untuk itu, kami meminta KPU agar dilakukan pemilihan suara ulang (PSU), khususnya di Labbakkang dan Kepulauan. Selain itu, KPU juga harus bertanggungjawab atas terjadinya pemilih ganda, terjadinya politik uang di setiap kecamatan. Masyarakat minta keadilan yang sejujurnya kepada KPU untuk menunda pleno, mendiskualifikasi calon yang memakai politik uang. Jangan memutuskan hasil pleno sebelum tuntutan kami dipenuhi,”ujar Syawir.
Massa juga meminta agar lima komisioner KPU keluar untuk menemui mereka dan memberikan jawaban yang diminta. “Kami minta anggota KPU keluar dari kantornya untuk menjawab tuntutan kami.
Tegakkan keadilan, berani mengambil sikap yang benar itu benar, yang salah itu salah. Jangan takut dengan siapapun kalau itu benar,”ujar ratusan massa.
Dalam aksi damai ini akhirnya Ketua KPU Marzuki Kadir menyambut tanggapan massa dan berjanji akan menerima tuntutan massa.”Kami akan menerima tuntutannya. Meski demikian pleno tetap akan dilanjutkan,”ujar Marzuki singkat.
Ancam Aksi Lebih Besar
Ratusan massa melontarkan ancaman akan melakukan aksi yang lebih besar pada Jumat (18/12) bila pihak penyelenggaran yakni KPU dan Panwaslu mengabaikan tuntutan mereka. Koordinator aksi, Syawir Yasin menegaskan bila KPU dan Panwaslu mengabaikan tuntutannya, maka pihaknya akan menggelar aksi yang lebih besar dan menduduki gedung KPU. “Kami akan datang dalam jumlah yang lebih besar, kalau KPU dan Panwaslu mengabaikan tuntutan kami”ancam Syawir Yasin.
Atas ancaman aksi pada Jumat siang dengan skala yang lebih besar, Kapolres Pangkep, AKBP Muh Hidayat mengatakan pihaknya tidak menambah personil. “Yang ada anggota Brimob tetap 200 an personil, itu tidak ada penambahan pasukan lagi. Mereka kembali setelah selesai Rekapitulasi, itupun kalau sudah rampung semua. Aksi massa juga mendapat pantauan langsung dari Dit Sabara Polda Sulselbar, Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi bersama komisioner KPU Sulsel. (leo-udin/rif/c)

