SUNGGUMINASA, BKM–Tim pemenangan paslon nomor urut 4, Tenri Olle YL- Hairil Muin (PasTikanMi) dan nomor urut 1 Andi Maddusila Andi Idjo – Wahyu Permana Kaharuddin (Wattunnami) serta tim nomor urut 2, Sjachrir Dg Jarung-Anwar Usman (Djaman_ta) akhirnya resmi melaporkan Komisioner KPU Gowa ke Bawaslu RI terkait banyaknya pelanggaran tahapan Pemilukada. Laporan tersebut diantar langsung para tim tiga paslon ke kantor Bawaslu RI, Senin (21/12) kemarin.
Jubir paslon nomor urut 4, Djaya Jumain dan Ketua Tim Pemenangan nomor urut 1, Muhammad Arkam dalam realesenya mengatakan, bersama perwakilan koalisi tim mereka ke Bawaslu menyorong kinerja KPU Gowa yang dinilai tidak profesional. Salah satu penilaian cacat yakni KPU Gowa tidak memberikan data distribusi C6 sesuai keberatan saksi nomor 4 dan saksi nomor 1 dan hasil rekapitulasi yang digelar di KPU Gowa pada 17-18 Desember lalu.
Laporan pihak paslon yang mengklaim dirinya belum kalah tersebut, diterima Bawaslu RI dan Bawaslu pun berjanji akan menindaklanjuti laporan itu khususnya distribusi C6 atau undangan pemilih ratusan ribu yang tidak tersalurkan ke wajib pilih.
Djaya dan Arkam mendesak Bawaslu mengusut tuntas pelanggaran tahapan Pemilukada sesuai PKPU dan merekomendasikan Pemilukada ulang di Kabupaten Gowa.
Sementara itu, Legislator Golkar Sulsel Dr Rahman Syah yang juga koordinator tim pemenangan paslon Adnan Purichta Ichsan-Abd Rauf Mallagani Krg Kio (AdnanKio) juga akan melaporkan ulah Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Sulsel Abdul Wahid ke Kementian Agama RI di Jakarta.
Rahman Syah menilai apa yang dilakukan Abdul Wahid yang telah memasuki ranah politik praktis di Gowa sebuah pelanggaran. “Kepala Kanwil Agama Sulsel memaksa KUA di kecamatan pada saat masa tenang untuk membantu salah satu pasangan calon. Inikan tidak benar bagi orang yang memakai songkok. Harusnya dia berdiri di ataa semua golongan, memimpin zikir dan berdoa supaya Pilkada damai,” kata Rahman Syah di Kantin DPRD Sulsel, Senin (21/12).
Ia memastikan pihaknya akan mempersoalkan sikap Abdul Wahid ke Kementrian Agama. “Kami baru ungkap ini setelah pilkada supaya lebih adil,” kata mantan Wakil Ketua DPRD Gowa ini.
Koordinatot Tim AdnanKio, Ansar Zainal Bate yang juga Ketua DPRD Gowa menambahkan, sikap Abdul Wahid sangat mengganggu stabilitas daerah. Zainal juga berencana akan membawa persoalan tersebut ke Kementrian Agama. “Mobilisasi seperti itu terlalu berlebihan. Kakanwil mestinya tidak usah berpolitik, semua punya tugas dan fungsi, jangan mau ambil semua,”kata Ansar. (sar/rif)
EDITOR: ARIEF SITUJU

