BANYAK orang bilang, usia 27 tahun sudah cukup matang untuk menjalani hidup dan membina keluarga. Namun bagi seorang wanita karir, terkadang hal seperti itu terabaikan dan luput dari skala prioritas. Apalagi bagi mereka yang bekerja sambil kuliah.
Hal itu tak dipungkiri oleh Vonny. Bekerja sebagai Sales Executive di Grand Clarion Hotel and Convention, hingga saat ia tetap setia menjalani kesendiriannya. Vonny mengaku belum punya pacar dan masih dalam proses pencarian.
Vonny lahir di Malunda, Majene, Sulawesi Barat, 28 Agustus 1998 dari pasangan suami istri Johanis dan Rice. Baru-baru ini ia berhasil menyelesaikan studi Strata Dua (S2) Bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar (UNM). Jurusan ini linear dengan S1nya yang ditempuh di YPUP.
Bekerja sekaligus kuliah menjadi tantangan tersendiri bagi Vonny. Apalagi, ketika memilih untuk melanjutkan S2, bapaknya telah meninggal dunia. Jadilah ia harus mandiri membiayai sendiri kuliahnya.
”Saya tidak mau memberatkan orangtua. Apalagi bapak sudah meninggal. Selepas S1 saya diterima bekerja di Hotel Clarion. Dari situ saya kemudian minta izin kepada atasan untuk lanjut S2, dan disetujui. Teman-teman kerja juga mendukung. Jadilah saya kuliah S2 dan sudah berhasil menyelesaikannya baru-baru,” tutur Vonny saat bincang-bincang dengan BKM, kemarin.
Usai menyelesaikan kuliah di UNM, sebenarnya Vonny mendapat tawaran untuk kembali ke kampung halamannya di Majene. Ia ditawari menjadi dosen di sebuah kampus kesehatan. Namun, Vonny masih bergeming dan tetap bertahan dengan pekerjaannya saat ini.
”Ada sih tawaran kembali ke kampung untuk mengajar. Tapi masih banyak pertimbangannya. Karena kalau pulang kampung lagi, tentu kita harus memulai dari nol lagi. Jadi untuk saat ini tetap di Clarion,” ujarnya.
Ditanya kenapa tidak mendaftar menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS)? Dengan lugas Vonny mengatakan, menjadi abdi negara sangat susah. Termasuk jadi guru.
Bekerja di hotel, alumni S1 dan S2 Bahasa Inggris, ternyata Vonny punya hobi yang beda dengan wanita biasanya. Ya, ia suka memancing. Kok bisa?
”Saya hobinya mancing. Ada rasa nyaman kalau saya memancing. Apalagi kalau berhasil dapat ikan, rasa puasnya bukan main,” tuturnya sambil tertawa lepas.
Kembali ke soal calon pendamping, seperti apa kriteria yang diinginkan anak ketiga dari empat bersaudara ini? ”Kriterianya sih tidak muluk-muluk amat. Saya berharap suatu hari kelak mendapatkan calon pendamping yang mengerti saya, yang bekerja. Tentunya seiman. Kalau soal fisik sih, itu bisa dikomunikasikan,” ujarnya, dan sekali lagi Vonny tertawa lirih. Seperti lirihnya ikan yang tertangkap mata pancing…. (arf/rus/c)
Butuh Pasangan yang Pengertian
×

