WATAMPONE, BKM — Nasib sial menimpa Andi Arman (21), pegawai Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP). Berniat menolong rekannya hendak menyeberang ke Sulawesi Tenggara melalui pelabuhan Bajoe justru mendapat tonjokan dari 3 oknum anggota Himpunan Ekspedisi Mobil (Hepmi) Pelabuhan Bajoe.
Peristiwa ini terjadi Selasa (5/1) sekitar pukul 21.45 wita.
“Kebetulan ada teman dari Pomala, dia juga kerja di otoritas tapi otoritas bandara. Sebagai teman, saya tolong dia ambilkan tiket dan parkirkan mobilnya dikapal”tutur Arman menceritakan awal kejadian yang menimpa dihadapan petugas SPKT Polres Bone.
Ia menjelaskan saat sedang mengatur parkir mobil temannya diatas kapal, namun tiba-tiba tiga orang yang mengaku dari Hepmi datang menegur saya dengan nada suara keras .
“Kenapa ini mobil diparkir disini, harusnya ijin dulu sama kami karena kami yang biasa mengurus mobil disini” jelas Arman sembari memperagakan nada bicara anggota Hepmi. Dia mengaku sempat beradu mulut namun seketika itu pula dua rekan dari oknum anggota Hepmi yang diajak beradu mulut yakni Adi Jaya dan Amri langsung nelayangkan tonjokan ke kepala dan wajah Arman.
“Saya langsung dipukul oleh Adi dan Amri ditengah banyak orang. saya pun tidak bisa melawan karena dikeroyok,”terangnya.
Karena tidak terima dikeroyok Arman pun melakukan visum dan melaporkan hal tersebut ke atasannya. Dengan bekal ijin dari atasannya dia pun melaporkannya ke pihak kepolisian mengenai penganiayaan yang dialaminya.
“Saya tidak terima dipukuli, karena saat itu saya memakai pakaian dinas. Saya hanya bantu teman untuk menyeberang, kenapa harus minta ijin sama mereka”lanjut Arman dengan nada geram. (*)
Petugas OPP Dikeroyok Hingga Babak Belur
×

