MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar menyiapkan Tim Khusus untuk mengusut dugaan korupsi pada Proyek Center Point of Indonesia(CPI) di areal Tanjung Bunga Makassar.
Proyek yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) sebesar Rp164.148.560.000 dipersoalkan lantaran telah menyerap banyak anggaran namun tidak sejalan dengan progres pembangunannya. Selain itu, anggaran pinjaman Rp23 miliar dari PIP diduga belum dikembalikan pihak Pemprov Sulsel.
“Kita berencana menurunkan tim untuk melakukan pengusutan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Muliadi, Kamis (7/1).
Muliadi menuturkan tim yang diturunkan nantinya akan melakukan pengecekan serta penelusuran terhadap proyek tersebut.
Tim jaksa yang akan ditunjuk untuk mengusut kasus ini, kata Muliadi tinggal menunggu petunjuk dan perintah dari pimpinan.
“Tim yang akan diturunkan masih tunggu koordinasi,” tandasnya.
Muliadi juga belum bisa memastikan kapan tim bekerja. Alsannya, jadwal pengusutan masih bersifat rahasia dan tidak bisa terlalu diekspose.
“Pengusutannya masih kita rahasiakan, biarkan nanti tim yang bekerja,” tukas Muliadi.
Muliadi menjelaskan, Pemprov Sulsel pernah mengusulkan kembali anggaran proyek pembangunan wisma negara yang terletak di kawasan CPI sebesar Rp51 miliar. Namun pihak DPRD Provinsi Sulsel menolak usulan tersebut.
Adapun alasan penolakan mengacu pada surat Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg), yang menolak tentang moratorium pembangunan gedung dengan menggunakan anggaran untuk infrastruktur lainnya yang berguna untuk pelayanan umum.
Diketahui proyek megah ini dibangun di atas lahan seluas 157 hektar, menelan anggaran yang tidak sedikit dan membutuhkan waktu yang lama karena dalam perencanaan proyek CPI tersebut, rencana akan di bangun mercusuar, hotel berkelas dunia. Pusat bisnis, dan pemerintahan, tidak hanya itu di area tersebut juga akan dibangun wisma negara, dan mesjid termegah di Asia bahkan ada juga akan dibangun the Makassar Notradamus, yaitu taman 1000 patung pahlawan Nasional, dikawasan tersebut juga akan dibangun Public Spaceatau area terluas di dunia.
CPI juga rencananya akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar 40 meter, waterway, monorail, dan busway untuk monorail CPI nantinya akan dihubungkan kepusat kota Makassar hingga ke Bandara Sultan Hasanuddin. Selain itu, juga akan dibangun menara yang menyerupai Oriental Pearl Tower di Sanghai Cina, namun sayangnya proyek super megah tersebut di tolak oleh DPR RI untuk di usulkan ke dalam RAPBN 2009 kemarin.
Proyek CPI mulai dikerjakan tahun 2009 dengan menggunakan APBD tahun 2009 sebagai pancingan agar mendapatkan anggaran dari pusat, namun hingga kini tak ada bantuan sepeser pun dari pusat yang masuk ke proyek CPI tersebut. Namun justru anggaran daerah yang terkuras melalui APBD Sulsel mulai tahun 2009 hingga 2014 yang mencapai 164.148.560.000 rupiah.
Nama CPI yang sebelumnya adalah Equilibrium Centre Park(ECP) dalam penyusunan Amdal, penyusunan Feasibility Study, dan penyusunan masterplan tidak menggunakan nama Center Point of Indonesia(CPI) melainkan menggunakan nama Equilibrium Centre Park(ECP). (mat-ril/b)
Usut Korupsi CPI, Kejati Turunkan Tim
×

