MAKALE, BKM — Gencarnya ISIS melakukan teror di Tanah Air seperti di Sarina Jakarta dan juga gerakan Gafatar menjadi perhatian serisu bagi pemerinath daerah. Di Tator, jajaran Polres Tana Toraja melakukan pencegahan dini. Menghimbau masyarakat untuk melaporkan ke petugas kepolisian jika ada anggota keluarga yang hilang. Pasalnya, Gafatar tidak merekrut sala satu kelompok pemeluk agama saja, melainkan semua komponen masyarakat.
”Jika ada anggota keluarga menghilang, tanpa alasan yang jelas kecuali ada kelainan jiwa segera dilaporkan ke petugas untuk dilakukan pelacakan,”ujar Wakapolres Kompol Yosep Lute Lantang kepada BKM Sabtu (15/1) di Makale.
Di Tator dan Torut merupakan daerah tujuan wisata. Begitu bebasnya mobilisasi penduduk dari kota ke Toraja dan juga sebaliknya hingga gerakan Gafatar perlu diwaspadai.
Kelompok atau perorangan ke Toraja boleh saja beralasan berwisata, namun setelah di Toraja dan melihat kesempatan ada peluang tidak meutup kemungkinan melakukan aksinya dengan berbagai dalih.
Gerakan Gafatar sudah berlangsung lama sehingga polis meminta masyarakat untuk tidak tergoda gerakan Gafatar yang tidak jelas dan sering menggunkan dalih agama.
Begitu kuatnya kerukunan umat bergama di Toraja, ditamba kecerdasan dan dewasa berpilitik dibuktikan pada Pilkada 9 Desember 2015 lalu begitu aman dan Kantibmas terkendali tanpa ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Kondisi dan situasi kantibmas terkenadi baik di Toraja kita pertahankan, sebab Pilkada Toraja teraman dan percontohan di Tanah Air, meskipun sebelumnya masuk kategori zoma merah dengan melihat Pilkada sebelumnya terjadi pembakaran. (gus/C)
Masyarakat Dihimbau Waspadai Gafatar
×

