RENCANA tes kesehatan calon kepala sekolah (Kepsek) usai uji publik, ditanggapi miring anggota DPRD Kota Makassar.
Mereka menilai, tes kesehatan calon kepsek tidak efektif lagi dilaksanakan. Dewan hanya berharap, agar Wali Kota Makassar segera menggumumkan hasil Recruitmen tersebut.
Hal tersebut ditegaskan, anggota Komisi D DPRD Makassar, Iqbal Djalil. Ia menambahkan, rencana tes kesehatan setelah uji publik seharusnya dilaksanakan diawal-awal pendaftaran sebelum memasuki tes.
“Kenapa tidak dilaksanakan saat awal-awal pelaksanaan tes?. Kita hanya meminta Pemkot segera mengumumkan hasilnya,”ungkapnya, kemarin.
Lanjut legislator Fraksi Partai PKS itu, jika tes kesehatan dilaksanakan otomatis akan memakan waktu banyak serta menelan anggaran yang cukup besar. Belum lagi, anggaran pelaksanaan tes calon kepsek telah menghabiskan Rp800 juta.
Hal senada dikatakan Ketua Komisi D DPRD Makassar, Mudzakkir Ali Djamil. Muda sapaan akrabnya itu, menegaskan, tidak ada aturan jelas bahwa calon kepsek akan mengikuti tes kesehatan.
“Kita hanya tinggal menunggu keputusan wali kota mengumumkan hasil tes uji publik,” tuturnya.(ita/war/c)

