pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Tanamkan Sikap Kemandirian

MUH Faizal Silenang, SH MH lahir di Makassar pada tanggal 22, Oktober 1966. Semasa kecilnya, walau berasal dari keluarga golongan menengah, namun Faisal selalu berusaha menanamkan sikap kepemimpinan dan kemandirian dalam dirinya.
Faisal sangat menyukai dirinya bila sedang mengenakan pakaian berwarna putih .“ Saya sering pakai baju putih karena pakaian warna putih, karena bisa menunjukkan pribadi seseorang yang mencerminkan jiwa kepemimpinan,” ujarnya, Minggu (24/1).
Faisal Silenang menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan gelar S2. Menjadi seorang pengacara sukses adalah impiannya sejak dulu.
Sepanjang perjalanan karirnya, Faisal tidak pernah membayangkan jika dirinya bakal bisa meraih sukses saat ini. Pengacara kondang asal Makassar yang gemar bermain futsal ini, sudah pernah menangani berbagai macam jenis kasus.
“Kasus yang sudah saya tangani lebih dri cukup. Misalnya kasus terorisme, kasus pembunuhan mahasiswa, kasus failed, pidana khusus dan lain-lain,” ujarnya.
Menurutnya, seorang pengacara atau advokat adalah profesi yang sangat mulia. “Sering saya katakan kalau advokat pekerjaannya sangat mulia, dimana profesi ini berbicara soal kejujuran, keyakinan, konsistensi dalam upaya penegakan hukum,” ungkapnya.
Menjadi seorang pengacara telah digelutinya sejak tahun 1995 hingga saat ini. Pekerjaan itu pula lah yang menuntunnya untuk selalu berlaku jujur dan menegakkan hukum.
Selain itu, Ical sapaan akrab Faisal Silenang telah memiliki kantor hukum yang diberi nama Kantor Hukum Faisal Silenang dan rekan, yang berada di Jalan Topas Raya Ruko Zamrud 1 Blok E No 10. Kantor ini didirikan sejak tahun 2000.
Selain itu, suami dari Wahyuni ini juga menjadikan kegiatan membaca sebagai hal yang tak terpisahkan darinya. Faisal tidak memilih buku bacaan yang akan dibacanya, sepanjang hal tersebut mengandung hal positif dan bermanfaat.
“ Yang penting buku itu bermanfaat,” ungkapnya.
Meski demikian, Faisal sebenarnya gemar membaca buku terkait agama dan hukum, sesuai dengan profesi yang dijalaninya saat ini.
“Membaca buku Agama dan hukum harus ada dalam diri saya, yang kemudian manfaatnya bisa segera diimplementasikan dalam aktivitas keseharian,” tambahnya. (mat-ril/b)



×


Tanamkan Sikap Kemandirian

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar