pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

523 Warga Sulselbar Terdeteksi Gafatar di Kukar

MAKASSAR, BKM — Sebanyak 523 warga Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat terdeteksi bergabung Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Jumlah itu belum termasuk yang ada di Samarinda, Balikpapan serta wilayah lain di Kaltim.
Informasi itu disampaikan Irwan, Humas Pemkab Kukar yang menyertai pemulangan 232 atau 66 kepala keluarga (KK) eks Gafatar asal Sulselbar. Ini merupakan tahap pertama dari dua tahap pemulangan yang dilakukan Pemkab Kukar.
Warga Sulselbar eks Gafatar yang dipulangkan dengan menggunakan KM Siguntang itu, Rabu (27/1) siang transit di Pelabuhan Nusantara Parepare. Selanjutnya mereka tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar pada malam harinya pukul 20.00 Wita.
Setibanya di Pelabuhan Nusantara Parepare, para eks Gafatar ini dipantau langsung aparat Koramil Ujung, Polsek Ujung serta Kapolsek Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare. Penjagaan ketat dilakukan aparat TNI/Polri saat KM Bukit Siguntang berlabuh.
Irwan dari Pemkab Kukar yang mendampingi proses pemulangan eks Gafatar ini, menyebutkan ada 523 jiwa eks Gafatar asal Sulsel dan Sulbar yang sebelumnya dikumpulkan di Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara. Tapi baru 232 jiwa yang dipulangkan.
”Kita lakukan pemulangan secara bertahap. Untuk tahap pertama banyak 232 jiwa. Selebihnya menyusul di tahap kedua,” jelas Irwan yang ditemui di atas KM Bukti Siguntang, kemarin.
Mereka yang dipulangkan ini berangkat dari Pelabuhan Semayam, Balikpapan, Kaltim pada Selasa (26/1) pukul 23.00 Wita dan tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare, Rabu (27/1) pukul 12.30 Wita.
Irwan menuturkan, saat berada di Kukar, warga eks Gafatar ini hidup dengan bercocok tanam. Mereka juga melakukan aktivitas keagamaan secara tertutup serta door to door.
Setelah muncul persoalan terkait keberadaan Gafatar, Pemkab Kukar langsung menempuh upaya kemanusiaan. Para eks Gafatar itu dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Untuk Sulselbar, mereka akan diturunkan di Pelabuhan Soekarno-Hatta, dan selanjutnya ditampung sementara di Asrama Haji Sudiang.
”Jai kami memfasilitasi pemulangannya dari Kukar ke Makassar. Nanti Pemprov Sulsel yang mengembalikan ke daerah asalnya masing-masing,” jelas Irwan.
Mengenai aset warga eks Gafatar di Kukar, Irwan menegaskan, pemkab akan mengawasi dan menjaganya sehingga tidak dirusak dan dijarah oleh orang lain. “Aset yang ditinggalkan merupakan tanggungjawab Pemkab Kutai Kertanegara,” tanfasnya.
Kapolres Parepare AKBP Alan G Abast melalui Kapolsek Pelabuhan AKP Ario Damar, mengatakan KM Siguntang yang mengangkut eks Gafatar hanya transit. Selanjutnya akan berangkat menuju Makassar.
”Jadi kapal hanya transit. Kita melakukan pendataan untuk memastikan jumlah mereka yang dipulangkan,” kata Ario, kemarin.
Dari 232 jiwa eks Gafatar dari Kukar yang dipulangkan dengan KM Siguntang, sebanyak 18 diantaranya merupakan warga Kabupaten Enrekang. Mereka berasal dari dua kecamatan, yaitu Baraka dan Anggeraja.
Warga Enrekang eks Gafatar ini dijemput langsung Asisten III Pemkab Enrekang, Hardi di Asrama Haji Sudiang. Selanjutnya mereka dipulangkan ke daerahnya masing-masing, dan selanjutnya dilakukan pembinaan oleh pemerintah setempat.
”Para eks Gafatar itu akan kita bina terlebih dahulu. Jika masih mengulangi perbuatan menjalankan misinya, pemerintah akan mengambil tindakan. Apalagi organisasi Gafatar tidak terdaftar secara resmi,” kata Sekkab Enrekang Chairul Latanro yang ditemui di Kantor Bupati, kemarin.
Ketua PSSI Enrekang ini mengimbau pemerintah desa, kecamatan hingga kabupaten untuk terus memantau para eks Gafatar saat berada di daerahnya masing-masing. Jangan sampai mereka kembali menjalankan misinya.
”Aparat pemerintah desa hingga kabupaten harus terus memantau aktivitas mereka selepas pembinaan,” ujar Chairul yang juga Ketua Pemuda Pancasila Enrekang ini.
Terpisah, Kapolres Enrekang AKBP Leo Joko Triwibowo yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, mengaku tidak mengetahui pemulangan 18 eks Gafatar yang berasal dari Kabupaten Enrekang.
”Sampai sekarang kami belum menerima suratnya. Namun jika pemkab meminta kami untuk memback up keamanannya, kami siap,” kata Joko.
Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Frans Barung Mangera, kemarin menginformasikan, eks Gafatar asal Sulsel yang dipulangkan dari Kukar sebanyak 232 orang atau 68 kepala keluarga (KK).
Mereka berasal dari sembilan kabupaten/kota di Sulsel. Masing-masing Kota Makassar, Maros, Takalar, Pinrang, Sinjai, Bantaeng, Enrekang, Gowa dan Luwu Utara.
”Warga eks Gafatar ini akan ditampung sementara di Asrama Haji Sudiang,” kata Frans.
Tidak ada persiapan berarti yang dilakukan Pemprov Sulsel menyambut kedatangan warganya eks Gafatar. Alasannya, seperti dikemukakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel Andi Ilham Gazaling, sebagian besar diantara mereka langsung dijemput pemerintah kabupaten/kota asal masing-masing.
Ilham menjelaskan, konfirmasi terakhir yang diperoleh, kabupaten/kota yang akan menjemput langsung eks Gafatar diantaranya Kota Makassar, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Maros, Gowa, Takalar, Sinjai, Enrekang, dan Bantaeng.
“Eks Gafatar asal Makassar, Lutra, Maros, Gowa, Takalar, Sinjai, Enrekang, dan Bantaeng akan langsung dijemput pemerintah setempat di pelabuhan,” kata lelaki yang akrab disapa Andi Ille itu di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (27/1).
Dia mengaku, bagi eks Gafatar yang tidak dijemput langsung, akan diinapkan semalam di Asrama Haji Sudiang. Karena jumlah yang tersisa tidak seberapa banyak lagi, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan. Selain tempat menginap, Dinsos hanya menyiapkan dapur umum bagi mereka. (smr-her-ish-rhm/rus/b)



×


523 Warga Sulselbar Terdeteksi Gafatar di Kukar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar