MAKASSAR,BKM–Proyek beton pembatas daerah aliran sungai (DAS), di Jalan Nipa-nipa, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala ambruk sejak tiga hari lalu.
Proyek pembatas yang memiliki panjang kisaran delapan meter merupakan bagian dari proyek pembangunan jembatan Nipa-nipa yang menggunakan dana APBD Pokok 2015 senilai Rp2 M.
“Setahu saya pengerjaan DAS Itu menggunakan dana APBD Pokok 2015 se nilai Rp 2 miliar yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar,”ungkap anggota Komisi C DPRD Makassar, Zaenal Daeng Beta, Rabu (27/1).
Menurut Zainal, dua kemungkinan penyebab ambruknya pembatas sungai itu. Pertama, struktur tanah yang tidak mantap, serta kwalitas pengerjaan yang asal-asalan atau penurunan kualitas material.
“Ya kemungkinannya hanya dua faktor yang mempengaruhi hingga pembatas sungai itu ambruk. Apakah struktur tanahnya yang tidak memungkinkan atau kualitas pekerjaan yang asal-asalan,”terangnya.
Zainal juga meminta pertanggungjawaban Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar untuk segera turun mengecek di lapangan.”Kita akan memanggil Dinas PU untuk mempertanyakan penyebab ambruknya pembatas jembatan tersebut.
Sementara itu, salah seorang warga sekitar Sungai Nipa-nipa, Suardi mengaku pembangunan jembatan hingga pembatas sungai baru dimanfaatkan sejak bulan lalu, sementara pengerjaannya sendiri baru diselesaikan pada akhir Desember 2015 lalu.
“Baru tiga hari lalu, beton pembatas sungai ambruk dan jika kalau dibiarkan tentunya akan lebih parah,”ujar Suardi.
Terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Romdhan Pomanto meminta kepada Dinas PU Kota Makassar untuk segera memantau kondisi jembatan di Kecamatan Manggala yang ambruk.
Danny sapaan akrab Wali kota Makassar Dinas PU untuk tidak memberikan tender kepada kontraktor yang tidak becus mengerjakan proyek.”Saya mau semua proyek inftastruktur benar-benar berkualitas,” tegasnya.(ish-arf/war/b)
Pembatas Aliran Sungai di Manggala Ambruk
×

